Jakarta (beritajatim.com) – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi tantangan baru bagi industri pers Indonesia.
Di tengah perubahan teknologi yang berlangsung semakin cepat, media dituntut tidak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga berani melakukan transformasi secara fundamental agar tetap relevan bagi audiens dan berkelanjutan secara bisnis.
Hal tersebut disampaikan Pemimpin Redaksi Suara.com, Suwarjono, dalam sambutannya pada pembukaan Local Media Summit (LMS) 2026 di Manhattan Hotel, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Mengusung tema “Beyond Reach: From Discovery to Community, Trust and Sustainability”, LMS 2026 menjadi ruang bagi pelaku media untuk membahas tantangan sekaligus peluang industri media di tengah perubahan ekosistem digital.
Suwarjono mengatakan, perjalanan industri pers dalam menghadapi perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat. Perubahan tersebut dimulai dari media cetak, multimedia dan video, website, media sosial, hingga kini memasuki era AI.
“Mungkin kalau yang generasi saya, kita masih mengalami media dari model yang paling lama ya, dari cetak, kemudian ke multimedia atau video, kemudian baru belakangan ke website, belakangan lagi ke sosial media, dan belakangan lagi ke AI. Perubahan dari tahap demi tahap ini ternyata sangat cepat,” ujar Suwarjono.
Menurutnya, kecepatan perubahan tersebut membuat industri media tidak bisa lagi mengandalkan pola adaptasi yang berjalan secara bertahap dan linier. Perubahan teknologi menuntut perusahaan media untuk melakukan lompatan transformasi, termasuk dalam pola manajemen, alur kerja ruang redaksi, hingga strategi bisnis.
“Ini yang membuat kita juga berubahnya tidak lagi model gradual, tapi lompat, melompat terus perjalanan perubahan. Tidak sekadar bagaimana konten kita harus sampai kepada publik, kepada audiens, kepada pembaca. Tapi juga bagaimana kita harus melakukan perubahan, transformasi yang mungkin harus luar biasa, yang harus sudah out of the box,” paparnya.
Tak Lagi Sekadar Berlomba Kecepatan
Suwarjono menilai perubahan ekosistem distribusi informasi juga membawa konsekuensi terhadap cara media memproduksi dan mendistribusikan produk jurnalistik.
Media saat ini tidak cukup hanya mengejar jumlah dan kecepatan produksi berita. Di tengah derasnya arus informasi dari media sosial dan berbagai platform digital, media perlu menghadirkan konten yang memiliki relevansi dan nilai tambah bagi audiens.
“Ini yang membuat kita juga berubahnya tidak lagi model gradual, tapi lompat, melompat terus perjalanan perubahan,” ujarnya.
Ia mencontohkan bagaimana media harus berhadapan dengan platform media sosial yang mampu menyebarkan informasi breaking news secara sangat cepat, bahkan dari lokasi yang tidak dapat dijangkau oleh media.
“Kita berebut engagement, berebut pembaca dengan sosial media yang sangat cepat memberitakan breaking news dari lokasi tertentu yang bahkan kita tidak ada di sana. Yang membuat media tidak lagi modelnya kita cepat-cepatan lagi ya, tapi bagaimana kita membuat konten yang relevan dengan audiens kita,” tegas Suwarjono.
Karena itu, restrukturisasi sumber daya dan efisiensi operasional menjadi bagian penting dari transformasi media. Langkah tersebut diperlukan agar perusahaan pers tidak hanya mampu menekan beban operasional, tetapi juga dapat menjaga relevansi produk jurnalistik sekaligus keberlanjutan bisnisnya.
Membangun Ekosistem Media Lokal
Dalam konteks tersebut, Suara.com bersama International Media Support (IMS) menginisiasi Local Media Community, sebuah wadah bagi media lokal dan media dengan segmentasi khusus untuk membangun jejaring, berbagi pengetahuan, serta mengembangkan berbagai program yang dapat mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan media digital.
Inisiatif tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas media lokal, niche media, hingga kreator konten yang bergerak di bidang berita.
“Ini yang saya kira juga menjadi hal yang baru lagi di pelatihan, training, coaching ke depan adalah bagaimana sistem di media atau keberlanjutan media lokal, niche media, sampai kreator konten untuk news itu bisa ke depan jauh lebih berkembang,” jelas Suwarjono.
Semangat tersebut sejalan dengan tema LMS 2026 yang tidak hanya menempatkan jangkauan (reach) sebagai ukuran keberhasilan media, tetapi juga mendorong media untuk membangun komunitas, kepercayaan, dan keberlanjutan.
Apresiasi untuk Penguatan Ekosistem Media Lokal
Dalam rangkaian agenda LMS 2026, sejumlah pihak juga menerima penghargaan atas kontribusinya terhadap penguatan ekosistem media dan komunitas.
Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM** menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh Pemimpin Redaksi Suara.com Suwarjono kepada perwakilan masing-masing institusi.
Diskominfo Jawa Timur menerima penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam memperkuat ekosistem media lokal di Provinsi Jawa Timur.
Sementara itu, PT Chandra Asri Pacific Tbk mendapatkan penghargaan atas komitmennya dalam mendorong keberlanjutan melalui pelibatan generasi muda, aktivitas kreatif, dan inovasi digital.
“Semoga ini menjadi motivasi buat Chandra Asri untuk terus membuka partisipasi bagi generasi muda untuk dapat memberikan aksi nyata bagi bumi kita tercinta,” kata Head of Corporate Communication PT Chandra Asri Pacific Tbk, Chrysanthi Tarigan.
Adapun PNM menerima penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas komitmennya dalam mendorong keterlibatan media lokal sekaligus memperluas jangkauan cerita dan aspirasi komunitas.
Tentang Local Media Summit 2026
Local Media Summit 2026 digelar di Manhattan Hotel Jakarta pada 22–23 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi momentum bagi ratusan media yang tergabung dalam ekosistem media lokal untuk memperkuat kolaborasi dan membuka peluang pengembangan industri di Indonesia.
Penyelenggaraan Local Media Summit 2026 mendapat dukungan dari 20 sponsor yang berasal dari berbagai sektor industri. Mereka meliputi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), Unilever Indonesia, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Astra International Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Dukungan juga diberikan oleh PT Pertamina Hulu Rokan, PT Darya-Varia Laboratoria Tbk, Gojek dengan campaign “Bersama Pasti Ada Jalan”, VinFast Indonesia, Telkom Indonesia, PT Chandra Asri Pacific Tbk, serta Tring! by Pegadaian. Daftar sponsor lainnya mencakup PT Adaro Andalan Indonesia Tbk, PT Permodalan Nasional Madani (Persero), PT United Tractors Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Amartha Mikro Fintek, dan Kara.
Selain sponsor utama, Local Media Summit 2026 turut didukung oleh 14 mitra pendukung dari sektor makanan dan minuman, layanan, serta berbagai bidang lainnya. Mitra tersebut terdiri atas PT Toffin Indonesia, Cimory, Frisian Flag Indonesia, Ji Water, Jus Antara, Nusa Saji by Bang Dava, Glam Shine Cosmetics, Nutrisari, Grateful Brownies, Setoeang Coffee, Burger Bangor, Learning With Us, Royal Kopitiam, dan Kemuning Java.
Melalui penyelenggaraan pada 22–23 Oktober 2026 ini, Local Media Summit menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai pihak yang berkepentingan terhadap keberlanjutan dan perkembangan media lokal. Berbagai bentuk dukungan dari dunia usaha dan mitra pendukung memperlihatkan keterlibatan lintas sektor dalam mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. (ted)






