Jember (beritajatim.com) – Ahmad Halim, Ketua DPRD Kabupaten Jember dan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerakan Indonesia Raya, tanpa tedeng aling-aling mendukung Muhammad Fawait untuk menjadi gubernur Jawa Timur.
Dukungan itu ditampakkannya saat berdiri di podium untuk menjadi juru bicara Fraksi Gerindra dalam sidang paripurna persetujuan bersama Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2026, di gedung DPRD Jember, Senin (14/9/2026).
“Yang saya hormati, Gubernur Jawa Timur yang saat ini masih menjabat Bupati Jember, Dr. Muhammad Gus Fawait,” kata Halim mengawali pidatonya, disambut tepuk tangan hadirin sidang paripurna.
Menurut Halim, ada sekian tanda alam yang bisa dipertimbangkan dalam membaca arah politik pemilu pada 2029. “Ini bukan omongannya Cak Nun (Emha Ainun Najib), tapi omongannya Cak Halim,” katanya.
Tanda alam yang dimaksud adalah tampilnya sejumlah tokoh asal Jember di level regional. “Ketua MUI Jawa Timur ternyata dari Jember. Namanya Prof. Dr. Abdul Halim Subahar. Kemudian ada tokoh masyarakat Jember yang menjadi Ketua Pramuka Jawa Timur, namanya Haji Muhammad Arum Sabil,” kata Halim.
Tokoh lainnya adalah Muhammad Balya Firjaun Barlaman yang menjadi salah satu Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur. “Ya mungkin nanti ada seorang gubernur dari Jember,” kata Halim, kembali disambut tepuk tangan meriah.
Dalam paparannya selama 21 menit, Halim menyebut pelayanan dasar pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur menjadi tolok ukur keberhasilan pemerintah. “Gus Fawait akan dicatat sejarahnya ketika menjadi Gubernur Jawa Timur, bahwa di Jember jumlah masyarakat miskinnya turun. Itu sudah menjadi catatan terbaik bagi evaluasi dari pemerintah pusat,” katanya.
Usai sidang paripurna, Halim menjelaskan kepada wartawan bahwa sidang paripurna pandangan fraksi adalah forum politik. “Jadi sah-sah saja seandainya pandangan akhir fraksi bersifat politis,” katanya soal dukungannya untuk Fawait menjadi gubernur Jatim pada 2029.
Lagi pula, Halim melihat gelagat sejumlah partai akan mencalonkan kader masing-masing dalam pemilihan gubernur Jawa Timur tiga tahun lagi. PDI Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Demokrat akan mengusung kader masing-masing.
“Tentu kita akan melihat bagaimana potensi-potensinya, terutama di Partai Gerindra. Tidak menutup kemungkinan kita akan bekerja sama dengan semua partai pada 2029,” katanya. Namun, Halim tak mau terburu-buru bicara soal peluang Fawait. “Masih jauh ya,” katanya.
Halim mengingatkan, Jember harus bisa dijadikan contoh capaian pembangunan jika Fawait ingin maju ke arena kontestasi Pilgub. “Yang penting sekarang bagaimana bisa mengoptimalkan target yang sudah ada, misalkan penurunan angka kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan bagaimana infrastruktur bisa dinikmati masyarakat, terutama masyarakat Jember,” katanya.
Selain itu, Halim menekankan pentingnya kerja sama antarjaringan dan dukungan politik, terutama dari dewan pimpinan pusat partai. “Pemilihan gubernur kan luas wilayah dan jangkauan pemilihnya, dan agak berbeda dengan pemilihan bupati ataupun wali kota,” katanya. [wir/kun]







1 Komentar
pretttttt jmber ae ancuuurrrr gda perubahan apapun.. mnaaa tunjukn kesejahteraan ato msarakat ttep ae kere .. prbaikn infrastruktur jg mnaaa ?????