Surabaya (beritajatim.com) – Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares enggan berpuas diri meski baru saja membawa timnya merengkuh gelar juara Piala Presiden dan memenangkan laga ujicoba melawan Penang FC, Sabtu (15/8/2026).
Mantan pelatih PSM Makasar ini menegaskan bahwa status juara turnamen pramusim tidak lantas menjadikan Persebaya sebagai tim besar yang bisa memandang remeh lawan.
”Hanya karena kita memenangkan Piala Presiden bukan berarti sekarang kita menjadi tim besar, tidak. Kami harus tetap rendah hati. Ketika kita mulai berpikir bahwa kita terlalu besar, di situlah kita akan jatuh,” ujarnya, Minggu (16/8/2026).
Juru taktik asal Portugal tersebut enggan memberikan persentase pasti mengenai kesiapan timnya saat ditanya media.
“Fokus utama skuat Singo Edan saat ini adalah terus membenahi kekurangan sebelum laga resmi bergulir pada 5 September mendatang,”ucapnya.
Bahkan ia menilai pemain yang tampil agresif dan intens dalam menyerang, sang pelatih mengantongi sejumlah poin evaluasi teknis maupun non-teknis seperti sektor penyerangan, Transisi dan keseimbangan, hingga kontrol emosional.
Pada laga uji coba ini, hampir seluruh skuat diberikan kesempatan tampil guna memantau performa fisik serta fleksibilitas posisi.
Rotasi ini juga menjadi bagian dari persiapan Persebaya yang akan berkompetisi di dua ajang sekaligus: Super League dan League Cupturnamen yang menerapkan pembatasan maksimal tiga pemain asing.
”Target kami tentu saja mencoba memenangkan pertandingan, tetapi target utamanya adalah mempersiapkan tim. Ada pemain yang dicoba di posisi lain untuk melihat potensinya,” tambahnya.ĺ
Setelah laga ini, Persebaya Surabaya akan mendapatkan libur beberapa hari sebelum kembali fokus meningkatkan kondisi fisik, stamina, dan pemahaman taktik secara bertahap dari pertandingan ke pertandingan.(way/aje)






