Banyuwangi (beritajatim.com) – Menteri Pariwisata Widhiyanti Putri Wardhana melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi, Sabtu (25/7/2026). Salah satu agenda kunjungan tersebut adalah menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama berbagai stakeholder untuk mempersiapkan Revalidasi Geopark Ijen sebagai UNESCO Global Geopark (UGG) yang akan dilaksanakan pada Agustus mendatang.
Rakor yang digelar di Pendopo Sabha Swagata Banyuwangi tersebut dipimpin langsung Menteri Pariwisata Widhiyanti Putri Wardhana dan didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Turut hadir Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafii, General Manager Geopark Ijen Abdillah Baraas, Kepala Balai Taman Nasional Alas Purwo Probo Resni Aji, Kepala RKW 14 Kawah Ijen Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur Rusdi Santoso, serta jajaran Kementerian Pariwisata.
Diketahui, Geopark Ijen saat ini berstatus UNESCO Global Geopark yang ditetapkan pada 2023. Geopark Ijen juga disebut menjadi salah satu geopark terbaik dari 12 jaringan geopark Indonesia yang ditetapkan Kementerian Pariwisata pada 2024.
Revalidasi UGG merupakan evaluasi menyeluruh yang wajib dijalani setiap jaringan geopark setiap empat tahun sekali untuk memastikan standar internasional tetap terpenuhi. Hasil evaluasi tersebut akan menentukan status geopark, yakni Green Card untuk status dipertahankan, Yellow Card yang berarti perlu melakukan perbaikan dalam waktu dua tahun, atau Red Card jika status dicabut.
“Agenda kita kali ini membahas persiapan Revalidasi Ijen UNESCO Global Geopark yang akan berlangsung pada 3-7 Agustus 2026. Keberhasilan mempertahankan predikat ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Menpar.

Menpar mengatakan, target utama dalam revalidasi tersebut adalah mempertahankan status Green Card. Untuk mencapai target tersebut, diperlukan koordinasi yang semakin kuat agar seluruh rekomendasi asesor UNESCO dapat ditindaklanjuti secara bersama-sama.
“Target kita semua tentunya mempertahankan Green Card. Untuk itu diperlukan koordinasi yang semakin kuat agar seluruh rekomendasi asesor dapat ditindaklanjuti, termasuk penguatan promosi warisan geologi, peningkatan aksesibilitas dan kemitraan, serta pengelolaan kawasan blue fire yang tetap mengedepankan aspek keselamatan dan prinsip pariwisata berkelanjutan,” ujarnya.
Geopark Ijen memiliki keragaman geologi (geodiversity), keanekaragaman hayati (biodiversity), keragaman budaya (cultural diversity), hingga potensi untuk mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat lokal.
“Sebagai Geopark Terbaik di Indonesia, saya yakin Geopark Ijen akan bisa mempertahankan status Green Card-nya pada penilaian UNESCO Global Geopark,” jelas Menpar.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata yang terus mendukung Geopark Ijen dalam proses revalidasi tersebut.
Menurut Ipuk, selama ini Geopark Ijen dikelola dengan semangat merawat warisan alam, menghidupkan budaya, serta menumbuhkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengorbankan prinsip keberlanjutan.
“Bagi kami, nantinya pengakuan tersebut bukanlah garis akhir, melainkan amanah untuk terus menjaga kelestarian alam, meningkatkan kualitas edukasi, memperkuat pemberdayaan masyarakat, dan mengembangkan ekonomi lokal secara berkelanjutan,” ujar Ipuk.
Ketua Badan Pengelola Geopark Ijen, Abdillah Baraas, menambahkan terdapat lima rekomendasi dari UNESCO yang perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan Geopark Ijen. Beberapa di antaranya penguatan riset dan pemetaan geologi, peningkatan promosi warisan geologi, penambahan panel informasi edukatif di area geopark, hingga peningkatan keaktifan badan pengelola dalam menggelar event berskala nasional dan internasional.
“Rekomendasi sudah kita jalankan dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat,” kata Abdillah. [alr/but]






