Mojokerto (beritajatim.com) – Seorang sopir truk ditemukan meninggal dunia di Jalan Bypass, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Sabtu (25/7/2026). Korban diduga meninggal akibat penyakit yang dideritanya yakni penyakit jantung dan diabetes.
Ini setelah hasil pemeriksaan medis yang dilakukan petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diketahui atas nama Mugiono (57) warga Desa Wlahar, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah.
Kasi Humas Polres Mojokerto Kota, Iptu Suhartanto mengatakan, peristiwa tersebut bermula dari laporan masyarakat yang diterima Polres Mojokerto Kota sekitar pukul 17.30 WIB terkait adanya seorang laki-laki yang diduga meninggal dunia di Jalan Raya Bypass Kota Mojokerto.
“Setelah menerima laporan, Perwira Pengawas Iptu Basoni SH, Pamapta Ipda Aditya, personel Samapta, piket fungsi Polres Mojokerto Kota, serta anggota Polsek Magersari langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara,” ungkapnya, Minggu (26/7/2026).
Petugas kemudian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan identifikasi untuk memastikan kondisi korban. Berdasarkan hasil visum dari dokter pemeriksa, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal dunia akibat penyakit diabetes dan jantung yang dideritanya.
“Hasil pemeriksaan medis menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dugaan sementara korban meninggal dunia karena sakit diabetes dan jantung yang diderita korban. Jenazah korban dievakuasi ke RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.
Selain melakukan penanganan di lokasi kejadian, polisi juga telah menghubungi pihak keluarga korban. Keluarga telah menerima informasi mengenai peristiwa tersebut dan mengetahui kondisi korban. Pihaknya menegaskan, Polres Mojokerto Kota telah menangani peristiwa tersebut sesuai prosedur yang berlaku.
“Polres Mojokerto Kota akan terus melakukan langkah-langkah sesuai prosedur guna memastikan penanganan peristiwa ini berjalan secara profesional, transparan, dan humanis,” pungkasnya. [tin/but]






