Ringkasan Berita:
- Pelaku begal payudara berinisial HE mengaku sudah sembilan kali melakukan aksi pelecehan seksual di Surabaya.
- Seluruh aksi disebut dilakukan di kawasan Bulak Banteng dan Kenjeran dengan menggunakan sepeda onthel.
- Polisi masih mendalami kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor.
- Penyidik juga memeriksa kondisi psikologis dan kejiwaan pelaku sebagai bagian dari proses penyidikan.
Surabaya (beritajatim.com) – Pelaku begal payudara berinisial HE (30) yang ditangkap warga di kawasan Bulak Banteng Lor, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, mengaku telah sembilan kali melakukan aksi pelecehan seksual. Pengakuan tersebut kini masih didalami Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, termasuk dengan memeriksa kondisi kejiwaan pelaku.
Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Ipda Agung mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku seluruh aksinya dilakukan di kawasan Bulak Banteng dan Kenjeran. Namun, polisi masih menelusuri kemungkinan adanya korban lain karena hingga kini belum seluruhnya melapor.
“Pengakuannya sembilan kali. Tapi masih kami dalami. Kita cek ke Polsek jajaran juga belum ada laporannya,” kata Agung, Kamis (23/7/2026).
Dalam setiap aksinya, HE menggunakan sepeda onthel untuk mendekati korban. Kepada penyidik, warga Bulak itu mengaku melakukan pelecehan karena terdorong nafsu seksual saat melihat perempuan remaja.
Agung menjelaskan, berdasarkan pengakuan pelaku, aksi tersebut dipicu dorongan syahwat yang tidak mampu dikendalikannya. Sementara sasaran dipilih secara acak ketika pelaku melihat adanya kesempatan.
“Motifnya syahwat ya. Sementara untuk sasaran dia lakukan secara acak,” jelasnya.
Selain mendalami jumlah aksi yang telah dilakukan, penyidik juga memeriksa kondisi psikologis dan kejiwaan HE. Hasil pemeriksaan itu akan menjadi bagian dari alat bukti untuk melengkapi proses penyidikan perkara.
Di sisi lain, polisi memastikan korban mendapat pendampingan, termasuk layanan trauma healing, guna membantu memulihkan kondisi psikologis setelah menjadi korban pelecehan seksual.
“Masih kita dalami terus apakah memang hanya sembilan atau lebih,” terang Agung.
Sebelumnya, HE diamankan warga setelah diduga melakukan begal payudara terhadap seorang perempuan di Jalan Bulak Banteng Lor pada Jumat (17/7/2026). Saat itu pelaku mengendarai sepeda onthel dan melihat korban baru keluar dari sebuah konter telepon seluler.
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Prasetyo menjelaskan, pelaku memanfaatkan situasi ketika korban hendak menyeberang jalan. HE kemudian memepet korban dan langsung melakukan aksi pelecehan.
“Pelaku melihat ada kesempatan melakukan aksinya akhirnya dipepet dan langsung,” kata Prasetyo, Selasa (21/7/2026).
Korban yang terkejut langsung berteriak sehingga mengundang perhatian warga sekitar. Pelaku kemudian dikejar hingga berhasil ditangkap. Sebelum diamankan polisi, HE sempat menjadi sasaran amukan massa.
“Namun, beruntung ada anggota kami yang patroli dan bisa mengamankan pelaku untuk diperiksa di kantor,” jelas Prasetyo. [ang/beq]

as a preferred source on Google




