Jember (beritajatim.com) – Kabupaten Jember, Jawa Timur, akan semarak dengan sejumlah kegiatan sosial, kebudayaan, dan keagamaan sepanjang Juli hingga Agustus 2026. Perekonomian lokal diharapkan bisa bergerak dan tumbuh melalui kegiatan-kegiatan tersebut.
Jember Fashion Carnaval (JFC) akan membuka kemeriahan itu pada 24-26 Juli 2026. “JFC ini adalah event terbesar kedua setelah event karnaval sejenis di Rio de Janeiro, Brasil,” kata Bupati Muhammad Fawait, Sabtu (18/7/2026).
JFC akan digarap serius. “Kita akan promosikan juga di media massa dan juga media sosial, sehingga pelaksanaan JFC tahun ini mudah-mudahan bisa lebih semarak lagi dibanding tahun-tahun sebelumnya,” kata Fawait.
Malam harinya, 26 Juli 2026, Pemkab Jember menggelar acara mengaji bersama di Pendapa Wahyawibawagraha yang akan dihadiri KH Kholil Nawawi dari Sidogiri, KH Fahim Ruhyani dari Ploso, KH Abdurrahman Al Kautsar (Gus Kautsar) dari Ploso, dan KH Ahmad Kafa Bihi dari Pondok Pesantren Lirboyo.
“Siangnya JFC, malamnya ngaji. Jadi imbang, dunia akhirat selesai, dan dunia akhirat bisa kita dapat bersama,” kata Fawait.
Selanjutnya, pada 31 Juli hingga 1 Agustus 2026, akan diselenggarakan Festival Jember Kota Cerutu Indonesia (JKCI). “Ini bagian dari kita menyampaikan kepada dunia bahwa salah satu eksportir cerutu terbesar di Indonesia adalah Kabupaten Jember,” kata Fawait.
Fawait mengingatkan JKCI adalah acara khusus untuk kalangan tertentu dan tidak diperuntukkan bagi anak-anak. “Jadi ini untuk kalangan tertentu yang memang cukup umur dan sesuai dengan ketentuan dari pemerintah,” katanya.
Empat hari kemudian, tepatnya pada 5 Agustus 2026, Pemkab Jember menggelar Jember Bersholawat di Alun-Alun Jember Nusantara yang akan dihadiri KH Raden Ahmad Azaim Ibrahimi dan keluarga besar Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo.
Berikutnya, pada 7-9 Agustus 2026 akan dilaksanakan International Jember Marching Carnival yang diikuti sejumlah peserta dari dalam negeri dan negara lain.
“Dengan demikian, pada akhir Juli dan awal Agustus akan ada dua event besar, yakni Jember Fashion Carnaval dan International Jember Marching Carnival,” kata Fawait.
Hari Kemerdekaan akan diperingati dengan pelaksanaan upacara di Alun-Alun Jember Nusantara.
“Insyaallah setelah selawatan, 17 Agustus malamnya kita akan menggelar Konser Cinta NKRI yang insyaallah akan diramaikan Ndarboy Genk,” kata Bupati Fawait.
Enam hari kemudian, 23 Agustus 2026, Pemkab Jember akan menggelar acara Ancak Agung dan selawatan bersama KH Raden Cholil As’ad di sepanjang Jalan Sultan Agung dan di Alun-Alun Jember Nusantara.
“Tahun kemarin kita sudah memecahkan rekor MURI Ancak Agung terbanyak se-Indonesia. Mudah-mudahan tahun ini juga kita bisa memecahkan rekor MURI lagi. Kalau kemarin terbanyak, mungkin nanti bisa terbesar,” kata Bupati Fawait.
Selanjutnya, pada 27 Agustus 2026, pemerintah menggelar Jember Job Fair 2026 di Balai Gedung Serbaguna. Dalam kesempatan itu, sejumlah perusahaan lokal dan nasional akan hadir untuk merekrut pegawai.
“Saya berharap panjenengan semua masyarakat Jember yang membutuhkan referensi lowongan pekerjaan bisa hadir,” kata Bupati Fawait.
Kemeriahan di Jember akan dipuncaki oleh Gerak Jalan Tanggul-Jember Tradisional (Tajemtra) 30 kilometer pada 29 Agustus 2026. Bupati Fawait memerintahkan jajaran Pemkab Jember untuk bekerja sama dengan seluruh pihak, termasuk sekolah dan kelompok marching band, agar bisa bergabung.
“Kita akan bersinergi dan insyaallah itu akan menjadi puncak event di akhir Agustus 2026, sehingga harus dibuat lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya,” kata Fawait. [wir/kun]






