Ringkasan Berita:
- Pemkab Jember mengalokasikan anggaran Rp59 miliar untuk Program Beasiswa Cinta Bergema 2026.
- Sebanyak 4.200 mahasiswa asal Jember akan menerima bantuan UKT, sedangkan penerima afirmasi juga memperoleh biaya hidup.
- Penerima beasiswa tahun sebelumnya cukup melakukan daftar ulang tanpa mengikuti seleksi kembali.
- Pemkab Jember menargetkan kerja sama dengan kampus di Timur Tengah dan China untuk membuka program beasiswa luar negeri.
Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menggelontorkan anggaran sebesar Rp59 miliar untuk mendanai Program Beasiswa Cinta Bergema 2026 yang menyasar 4.200 mahasiswa asal Jember yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi dalam negeri.
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai upaya menekan angka kemiskinan dalam jangka panjang.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan penerima beasiswa pada tahun sebelumnya tidak perlu mengikuti proses seleksi dari awal. Mereka cukup melakukan daftar ulang dengan melengkapi sejumlah persyaratan administrasi.
“Tahun kemarin kurang lebih tujuh ribu anak Jember diberi beasiswa, dibantu UKT-nya (Uang Kuliah Tunggal). Ada sebagian dibantu living cost-nya sampai lulus. Sekarang sedang dibuka pendaftaran ulang,” kata Fawait, Sabtu (18/7/2026).
Menurutnya, mahasiswa penerima beasiswa 2025 hanya diwajibkan melakukan registrasi ulang dan menandatangani surat pernyataan sebagai bukti masih aktif menjalani perkuliahan.
“Tinggal daftar ulang saja. Namun ada beberapa hal yang memang perlu ditandatangani contohnya adalah pernyataan untuk aktif sebagai mahasiswa di kampusnya masing-masing,” katanya.
Selain memberikan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT), Pemkab Jember juga menyediakan bantuan biaya hidup (living cost) bagi mahasiswa yang masuk kategori afirmasi ekonomi, santri, dan penyandang disabilitas.
Program Beasiswa Cinta Bergema saat ini masih diperuntukkan bagi mahasiswa asal Jember yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi dalam negeri.
Fawait mengakui pemerintah daerah belum dapat mengalokasikan beasiswa bagi mahasiswa Jember yang melanjutkan studi ke luar negeri. Namun, Pemkab Jember mulai menyiapkan berbagai langkah agar program tersebut dapat direalisasikan pada tahun-tahun mendatang.
“Tahun ini kami masih belum bisa memberikan beasiswa kepada mahasiswa-mahasiswa Jember yang kuliah di luar negeri. Mudah-mudahan di tahun berikutnya bisa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu tahapan yang harus dipenuhi adalah membangun kerja sama resmi antara Pemkab Jember dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri.
Sebagai tahap awal, pemerintah daerah menargetkan kemitraan dengan Universitas Al-Azhar di Timur Tengah serta sejumlah perguruan tinggi di China.
“Salah satunya adalah kerja sama antara Pemkab Jember dengan kampus-kampus di luar negeri,” kata Fawait.
Menurutnya, China dipilih karena memiliki biaya pendidikan yang relatif terjangkau sekaligus merupakan negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia. Selain itu, Pemkab Jember juga telah menjalin kerja sama sister city dengan Kota Jinhua, sehingga diharapkan dapat mempercepat kolaborasi di bidang pendidikan.
“Targetnya untuk tahap awal adalah di Timur Tengah, di Al Azhar, dan di Cina. Kampus-kampus di China kita tahu hari ini biayanya masih terjangkau,” katanya.
Fawait menegaskan Program Beasiswa Cinta Bergema merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.
Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu cara paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan sekaligus mendukung program pemerintah pusat dalam meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, termasuk melalui program Sekolah Rakyat yang menyasar kelompok masyarakat pada kategori Desil 1 dan Desil 2. [wir/beq]






