Lumajang (beritajatim.com) – Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalami erupsi disertai luncuran awan panas, Sabtu (18/7/2026).
Erupsi dengan ketinggian 1.000 meter tersebut disertai luncuran awan panas sejauh 3,5 kilometer yang condong mengarah ke sisi tenggara.
Erupsi dengan ketinggian 1.000 meter memunculkan letusan kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang menyebar ke sisi timur laut, tenggara dan selatan.
Letusan erupsi kemudian disusul luncuran awan panas guguran dengan jarak mencapai 3,5 kilometer kearah besuk kobokan.
Berdasarkan laporan petugas pos pantau gunung api (PPGA) Semeru, luncuran awan panas terekam dalam seismogram dengan amplitudo maksimum 22 milimeter berdurasi selama 6 menit 35 detik.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Isnugroho mengatakan, saat ini tidak ada laporan dampak yang ditimbulkan aktivitas vulkanik Gunung Semeru tersebut.
Sebab, luncuran erupsi maupun luncuran awan panas masih belum menjangkau kawasan permukiman penduduk.
“Memang benar ini terjadi erupsi 1.000 meter disertai awan panas yang saat ini sudah berhenti di jarak 3,5 kilometer,” terang Isnugroho saat dikonfirmasi, Sabtu (18/7/2026).
Menurutnya, Gunung Semeru saat ini masih berstatus siaga atau level tiga. Sehingga, potensi terjadinya erupsi maupun awan panas guguran masih tergolong sangat tinggi.
Isnugroho mengimbau agar masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan dan menjauhi kawasan yang dilarang untuk didekati sesuai rekomendasi.
“Jadi, diimbau tidak melakukan aktivitas apapun pada radius 5 kilometer di sekitar puncak, serta jarak 13 kilometer dari pusat kawah di sepanjang aliran sungai besuk kobokan, agar tidak terdampak,” ungkapnya. (has/ted)






