Mojokerto (beritajatim.com) – Jalur pendakian Bukit Cendono di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, resmi ditutup sementara menyusul terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan tersebut. Penutupan dilakukan lantaran jalur pendakian digunakan sebagai jalur evakuasi.
Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat, UPT Tahura Raden Soerjo, Ajat Sudrajat mengatakan, penutupan jalur pendakian Bukit Cendono mulai diberlakukan, Rabu (15/7/2026) hari ini. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung proses penanganan kebakaran sekaligus menjaga keselamatan para pendaki.
“Mulai hari ini ditutup. Mulai semalam sudah banyak yang berdatangan ke sini yang mau naik, tapi kami kasih penjelasan bahwa ada kebakaran dan pendakian masih ditutup. Kalau tidak ada kejadian, sini tiap hari buka, tapi paling ramai di hari Sabtu dan Minggu,” ungkapnya.
Menurutnya, jalur pendakian Bukit Cendoro sebenarnya dibuka setiap hari apabila tidak terjadi kondisi darurat. Namun jumlah pendaki biasanya meningkat pada akhir pekan. Ajat menjelaskan, selain Bukit Cendono, sejumlah jalur pendakian yang dikelola Tahura Raden Soerjo diantaranya jalur Arjuno-Welirang, Gunung Pundak, Bukit Kelinci, dan Watu Jengger.
“Untuk jalur pendakian pendek, Bukit Cendoro termasuk primadona karena mempunyai kelebihan. Di sini ada sungai, kadang-kadang orang habis naik kemudian turun masuk ke sungai,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin mengatakan, penutupan jalur pendakian dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla.
“Berdasarkan kesepakatan kami semua, untuk sementara jalur pendakian ke Bukit Cendono ditutup untuk umum. Mulai hari ini sampai nanti kondisi Insya Allah aman dan kondusif, tentunya pasti kita buka lagi. Jalur pendakian ditutup karena dipakai untuk keperluan evakuasi. Jadi sementara waktu memang demi keamanan semuanya kita tutup untuk umum,” tegasnya.
Ia menyebut, kejadian karhutla di kawasan Kabupaten Mojokerto pada 2026 ini menjadi kejadian pertama. Pihaknya bersama unsur terkait terus melakukan upaya penanganan agar api segera terkendali. Meski Bukit Cendono ditutup sementara, Rinaldi memastikan masih terdapat sejumlah destinasi pendakian lain yang dapat dikunjungi wisatawan.
“Di Kabupaten Mojokerto ini ada banyak summit yang menjadi tujuan orang. Insyaallah mungkin Bukit Cendono ditutup, tapi masih ada sekitar 11 summit lain yang sering didatangi wisatawan. Namun memang Bukit Cendono sendiri menjadi primadona karena memiliki nilai plus, terutama saat akhir pekan,” tambahnya.
Kawasan Desa Kemiri yang menjadi akses menuju lokasi juga kerap dipadati pengunjung karena memiliki sejumlah daya tarik wisata alam. UPT Tahura Raden Soerjo sendiri memiliki wilayah kerja yang cukup luas, mencakup lima kabupaten dan satu kota, yakni Kabupaten Malang, Pasuruan, Mojokerto, Jombang, Kediri, serta Kota Batu.
Sebelumnya, kebakaran hutan terjadi di kawasan lereng Kompleks Gunung Biru masuk wilayah UPT Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo. Sedikitnya terdapat empat titik api yang terdeteksi berada di kawasan Resort Konservasi Wilayah (RKW) 06, tepatnya di wilayah Desa Gumeng dan Desa Begaganlimo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. [tin/but]







