Surabaya (beritajatim.com) – Pelatih tim nasional Prancis Didier Deschamps melontarkan kritik terhadap kepemimpinan wasit setelah timnya kalah 0-2 dari Spanyol pada semifinal Piala Dunia 2026, Rabu (14/7/2026) dini hari WIB.
Menurutnya, sejumlah keputusan wasit, termasuk penalti yang diberikan kepada Spanyol pada babak pertama, memengaruhi jalannya pertandingan.
Kekalahan tersebut mengakhiri langkah Prancis di turnamen, meski sebelumnya tampil dominan sepanjang Piala Dunia. Di sisi lain, Spanyol memastikan tempat di final setelah kembali menunjukkan pertahanan solid yang baru kebobolan satu gol dalam tujuh pertandingan.
Gol pembuka Spanyol lahir melalui eksekusi penalti Mikel Oyarzabal setelah wasit Iván Barton menunjuk titik putih akibat pelanggaran Lucas Digne terhadap Lamine Yamal di dalam kotak penalti.
Keputusan itu menjadi sorotan karena Yamal dinilai tidak sepenuhnya menguasai bola saat terjadi kontak.
Usai pertandingan, Deschamps mengaku kecewa terhadap kualitas kepemimpinan wasit pada laga sepenting semifinal Piala Dunia.
“Sekarang saya ingin bertanya kepada Anda, dan saya tidak akan menjawabnya. Saya tidak ingin dianggap mengeluh karena kami kalah, tetapi apakah wasit malam ini memiliki kualitas yang layak untuk memimpin semifinal Piala Dunia?” kata Deschamps.
Saat diminta menjelaskan lebih lanjut, pelatih berusia 57 tahun itu menegaskan keberatannya bukan hanya soal penalti yang diberikan kepada Spanyol.
“Bukan hanya penalti itu yang menjadi masalah, tetapi akumulasi dari berbagai keputusan sepanjang pertandingan,” ujarnya.
Dalam insiden yang diperdebatkan, Lucas Digne berusaha menghalau umpan silang Spanyol di depan gawang Prancis. Setelah mengontrol bola dengan dada, bek kiri Prancis itu berputar untuk menyapu bola.
Namun, Lamine Yamal datang dari sisi yang tidak terlihat oleh Digne sehingga kaki sang bek mengenai tubuh pemain muda Spanyol tersebut di dalam kotak penalti.
Wasit Iván Barton langsung menunjuk titik putih, dan Mikel Oyarzabal sukses mengonversinya menjadi gol yang membawa Spanyol unggul.
Meski keputusan penalti memicu perdebatan, secara teknis insiden tersebut masih dapat dianggap sebagai pelanggaran karena terjadi kontak terhadap pemain lawan di dalam area penalti.
Spanyol kemudian menggandakan keunggulan pada babak kedua dan memastikan kemenangan 2-0 sekaligus mengamankan tiket ke final Piala Dunia 2026. (faw/aje)





