Mojokerto (beritajatim.com) – Industri kreatif di Kota Mojokerto kembali menunjukkan perkembangan positif. Kali ini, karya perfilman lokal bertajuk ‘Rejoto Nyambung Tresno’ siap hadir di layar lebar sebagai bukti kreativitas sineas muda asal Kota Mojokerto.
Film tersebut dijadwalkan menggelar gala premiere pada 18 Juli 2026, sebelum resmi tayang di CGV Kota Mojokerto mulai 25 Juli 2026. Kehadirannya diharapkan menjadi momentum kebangkitan industri perfilman lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Onde-Onde.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, memberikan apresiasi atas lahirnya film tersebut. Menurutnya, ‘Rejoto Nyambung Tresno’ menjadi bukti bahwa generasi muda Kota Mojokerto memiliki kreativitas dan kemampuan menghasilkan karya yang mampu bersaing sekaligus mengangkat potensi daerah melalui media perfilman.
“Film ‘Rejoto Nyambung Tresno’ menjadi bukti bahwa anak-anak muda Kota Mojokerto memiliki kreativitas dan talenta yang luar biasa. Ini adalah karya yang patut kita banggakan dan dukung bersama,” tutur Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita, Senin (13/7/2026).
Ning Ita menegaskan, industri kreatif merupakan salah satu sektor yang memiliki prospek besar untuk terus berkembang. Karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto berkomitmen memberikan ruang, dukungan, dan kesempatan bagi para pelaku ekonomi kreatif agar terus menghasilkan inovasi dan karya yang membanggakan.
Ia berharap keberhasilan film tersebut dapat menjadi inspirasi bagi lahirnya lebih banyak karya kreatif dari putra-putri daerah yang mampu membawa nama Kota Mojokerto ke tingkat yang lebih luas. Ning Ita juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam mendukung perkembangan industri kreatif dengan menyaksikan film tersebut di bioskop.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk datang ke CGV Kota Mojokerto mulai 25 Juli 2026 dan menyaksikan film Rejoto Nyambung Tresno. Mari kita dukung karya anak Kota Mojokerto dengan menontonnya di bioskop. Dukungan masyarakat akan menjadi penyemangat bagi lahirnya karya-karya kreatif lainnya,” ajaknya.
Dukungan publik dinilai menjadi faktor penting agar industri perfilman lokal terus tumbuh. Selain memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, film karya sineas daerah juga menjadi media promosi yang efektif untuk memperkenalkan potensi, budaya, serta identitas Kota Mojokerto kepada masyarakat yang lebih luas. [tin/but]






