Kudus (beritajatim.com) – Perjuangan tim putri Arema FC dalam ajang nasional HYDROPLUS Soccer League 2025/2026 harus berakhir di babak semifinal. Baik di kategori U-15 maupun U-18, tim asuhan Nanang Habibi dan Dindin Wahyudin harus mengakui keunggulan lawan dalam laga yang berlangsung dengan intensitas tinggi.
Pada kategori U-15, Arema FC Women takluk 1-2 dari Cipta Cendikia FA. Cipta Cendikia tampil efektif melalui gol Shilen Nailenka Khanza (12’) dan eksekusi bola mati Ayla Dva Khala Ahima (24’). Arema sempat memberikan perlawanan lewat gol Fadilla di awal babak kedua, namun pertahanan disiplin lawan membuat skor 2-1 bertahan hingga laga usai.
Pelatih U-15, Nanang Habibi, tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. “Usaha anak-anak luar biasa, terutama di babak kedua. Kami akan mengevaluasi struktur organisasi dan ketajaman lini serang untuk musim depan,” ujarnya. Hal senada disampaikan kapten tim, Kesya Arabela, yang menilai pengalaman di level nasional ini sangat krusial bagi perkembangan mental dan karier pemain muda.
Sementara pada kategori U-18, Arema FC Women gagal menembus final setelah takluk tipis 0-1 dari Putri Garut. Pertandingan berjalan alot dengan jual beli serangan yang ketat. Gol kemenangan Putri Garut lahir dari kesalahan antisipasi bola di babak kedua. Meski terus menekan pertahanan lawan hingga akhir laga, skor tetap tidak berubah.
Pelatih U-18, Dindin Wahyudin, menyebut hasil ini sebagai momentum evaluasi besar bagi timnya. “Saya apresiasi perjuangan pemain meski hasil belum sesuai harapan. Ini akan menjadi bahan evaluasi kualitas pemain dan pembinaan internal kami untuk lebih kompetitif ke depannya,” ungkap Dindin.
Menanggapi perjalanan turnamen di tingkat nasional ini, legenda sepak bola Jacksen F. Tiago menyoroti potensi besar sepak bola putri, khususnya di Surabaya. Menurutnya, hambatan utama saat ini bukan terletak pada minat masyarakat, melainkan pada perlunya penguatan ekosistem pembinaan dan publikasi yang lebih masif.
“Surabaya memiliki banyak talenta yang masih terpendam. Jika sekolah dan SSB semakin aktif membina pemain melalui kompetisi berjenjang, Surabaya sangat layak menjadi salah satu kekuatan baru sepak bola putri Indonesia,” tegas Jacksen.
Dengan berakhirnya babak semifinal, persaingan kini memuncak pada partai final yang akan mempertemukan Cipta Cendikia FA melawan Goal Aksis Cimahi di kategori U-15, serta duel antara Putri Garut dan Akademi Persib Bandung pada kategori U-18 untuk memperebutkan gelar juara nasional HYDROPLUS Soccer League 2025/2026. (can)







