Jember (beritajatim.com) – Lima puluh enam unit robot karya mahasiswa dari 28 perguruan tinggi negeri dan swasta beradu tangkas dalam Kontes Robot ABU Indonesia, di Auditorium Universitas Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur, 11-12 Juli 2026.
Kontes ini diselenggarakan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) pada Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi. Juara kontes akan mewakili Indonesia dalam kontes robot tingkat Asia.
Selain tuan rumah Universitas Jember, perguruan tinggi yang mengirimkan tim antara lain Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya, Universitas Gajah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Diponegoro, dan Universitas Sriwijaya.
Masing-masing tim perwakilan perguruan tinggi negeri wajib menghadirkan dua unit robot, yakni robot yang digerakkan secara manual atau menggunakan operator dan robot yang bergerak secara otonom. Robot-robot tersebut akan diadu antar perguruan tinggi layaknya petarung dalam sebuah arena permainan dan harus saling menjatuhkan.
Aturannya sederhana. Robot yang berhasil menyusun tiga balok secara vertikal, horizontal, atau silang, otomatis langsung memenangi pertandingan. Namun mereka akan dihalangi oleh robot lawan yang menyusun senjata untuk mengganggu robot lawan yang akan memasang kotak di posisi yang mempunyai poin-poin berbeda.
“Jadi apabila mereka berhasil menjatuhkan pihak lawan, berarti kans mereka untuk menang jadi lebih besar,” kata Benyamin Kusumo Putro Ketua Dewan Juri KRAI, Sabtu (11/7/2026).
Yulita Priyoningsih, Pejabat Penanggung Jawab Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan Mahasiswa Ditjen Belmawa, mengatakan, kontes ini rutin diselenggarakan setiap tahun. “Juaranya akan dikompetisikan di Internasional ABU Robocon yang rencananya akan diselenggarakan di Hongkong pada Agustus 2026,” katanya.
Kontes ini sejak awal diikuti 40 tim dari berbagai perguruan tinggi. Melalui seleksi yang ketat, terpilihlah 28 tim dari 28 perguruan tinggi dari Jawa, Sumatra, dan Sulawesi. “Paling jauh adalah peserta dari Universitas Sam Ratulangi Manado,” kata Yulita.
Yulita mengapresiasi semangat juang dan komitmen para peserta. “Effort-nya luar biasa. Dengan membawa komponen-komponen robotnya, untuk sampai ke Jember saja sudah merupakan apresiasi tersendiri yang bisa kita berikan untuk adik-adik peserta,” katanya. Kementerian Diktisainstek berkomitmen membina bakat-bakat unggul agar bisa bersaing di level internasional.
Menurut Yulita, capaian para peserta menjadi bagian dari indikator Indeks Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi. “Harapannya itu menjadi tambahan motivasi untuk perguruan tinggi agar memberikan dukungan berkelanjutan untuk program-program yang dimotori oleh adik-adik mahasiswa,” katanya.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unej Fendi Setiawan mengatakan, persiapan kontes sudah dilakukan sejak April dan Mei lalu. Ditjen Belmawa memberikan bantuan anggaran kepada Unej untuk menggelar acara tersebut.
“Kami berterima kasih kepada Belmawa Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi yang telah memberikan kepercayaan kepada Universitas Jember,” kata Fendi.
Bambang Sujanarko, Wakil Dekan III Fakultas Teknik yang juga Ketua Pelaksana KRAI, mengatakan, ada 120 orang personel kepanitiaan yang terlibat, dan separuhnya adalah mahasiswa. “Jumlah anggota tim juri enam orang dan ada lima wasit,” katanya. [wir/ian]






