Jember (beritajatim.com) – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Tiang Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember membawakan naskah monolog berjudul Aeng/Alimin karya dramawan Putu Wijaya, dalam Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Jawa Timur, 8-9 Juli 2026, di Kabupaten Jember.
Sebenarnya dewan juri menyediakan sepuluh naskah monolog untuk diperankan, antara lain karya Arifin C. Noer, Budi Ros dan Nano Riantiarno. Namun Sutradara Elika Triana lebih memilih naskah Putu Wijaya itu.
Elika Triana, mengatakan, pemilihan naskah karya Putu Wijaya didasari pertimbangan bahwa naskah ini dapat menampilkan sisi psikologis sang aktor yang diperankan M. Renza Dwiki Darmawan. Dalam monolog itu, Renza berperan sebagai penjahat yang tengah menunggu hukuman.
“Pementasan monolog itu kan berfokus pada aktor, nah naskah monolog Aeng/Alimin menurut kami mampu menampilkan sisi perasaan dan kegelisahan aktor,” kata Elika yang masih berstatus mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP.
Menurut Elika, butuh waktu selama tiga bulan untuk berlatih dan masa persiapan. Hal ini dikarenakan dewan juri tidak hanya menilai keaktoran dan pendalaman naskah, namun juga kreativitas properti yang disiapkan setiap tim.
Harapannya, mereka bisa bersaing dengan 24 perguruan tinggi negeri dan swasta yang mengirimkan perwakilannya ke kampus Universitas Jember. Juara pertama lomba akan menjadi wakil kontingen Jawa Timur di ajang Pekan Seni Mahasiswa Nasional yang juga akan digelar di kampus Unej, September 2026.
Peksimida Jawa Timur kali ini melibatkan 400 mahasiswa dari 44 perguruan tinggi negeri dan swasta di Jawa Timur yang bersaing dalam lima belas tangkai lomba, seperti menyanyi pop, dangdut, menari, penulisan cerita pendek dan tangkai seni lainnya. Pembukaan Peksimida Jawa Timur sendiri dipusatkan di Universitas Negeri Malang hari Selasa malam, 7 Juli 2026.
Wakil Rektor III Unej Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Fendi Setyawan menjelaskan, Unej menjadi tuan rumah tangkai lomba monolog di Gedung Keluarga Alumni Universitas Jember (Kauje). “Pelaksanaan tangkai lomba monolog juga sebagai ajang persiapan kami sebagai tuan rumah Peksiminas 2026,” katanya. [wir/ian]






