Surabaya (beritajatim.com) – DPC Partai Gerindra Surabaya menerima kunjungan kerja Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Surabaya untuk mengevaluasi pelaksanaan Pemilu 2024 sekaligus membahas persiapan menuju Pemilu 2029. Pertemuan tersebut difokuskan pada peningkatan partisipasi pemilih, penguatan pendidikan politik, serta penyempurnaan sistem kepemiluan.
“Kunjungan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus evaluasi bersama antara partai politik dan Bawaslu terhadap pelaksanaan Pemilu 2024,” ujar Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya, Cahyo Harjo Prakoso, Rabu (8/7/2026).
Dia mengatakan pertemuan tersebut juga membahas sejumlah catatan hasil evaluasi yang akan menjadi bahan penyempurnaan pelaksanaan pemilu berikutnya. Menurutnya, kolaborasi yang berkelanjutan antara partai politik dan Bawaslu diperlukan agar Pemilu 2029 berlangsung lebih inklusif dan berkualitas.
“Kami ingin berbagai evaluasi ini menjadi dasar untuk menyusun program kerja yang lebih sistematis sehingga Pemilu 2029 benar-benar semakin inklusif,” kata Anggota Komisi E DPRD Jatim tersebut.
Berdasarkan data KPU, tingkat partisipasi pemilih di Surabaya pada Pemilu 2024 berada di kisaran 71,7 persen atau menurun dibandingkan pemilu sebelumnya. Menurut Cahyo, kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama bagi partai politik dan penyelenggara pemilu agar edukasi kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih masif.
“Karena kita lihat berdasarkan data yang ada, angka partisipasi Pemilu 2024 kemarin cukup menjadi tamparan buat kita. Angka itu harus terus kita tingkatkan lagi melalui kerja sama yang masif antara partai politik dan pengawas pemilu,” tutur Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Jatim ini.
Selain mengevaluasi pelaksanaan pemilu sebelumnya, pertemuan juga membahas berbagai kemungkinan perubahan sistem kepemiluan yang tengah disiapkan pemerintah melalui revisi Undang-Undang Pemilu. Gerindra Surabaya, kata Cahyo, mulai menyusun rancangan awal sebagai bahan menghadapi perubahan regulasi, termasuk terkait daerah pemilihan dan jumlah kursi legislatif.
“Sambil menunggu pembahasan Undang-Undang Pemilu, kami mulai merancang grand design sistem pemilu ke depan, termasuk terkait dapil, jumlah kursi, dan berbagai aspek lain agar lebih siap menghadapi Pemilu 2029,” ujarnya.
Gerindra Surabaya dan Bawaslu juga sepakat memperkuat kolaborasi dalam pendidikan politik dan pengawasan partisipatif. Dia berharap masyarakat tidak hanya menggunakan hak pilih, tetapi juga ikut mengawasi seluruh tahapan pemilu agar berjalan jujur, adil, dan transparan.
“Kami sepakat bahwa Bawaslu dan partai politik akan terus menyosialisasikan pentingnya masyarakat tidak hanya memilih, tetapi juga ikut mengawasi jalannya pemilu. Harapan kami, Pemilu 2029 dapat berlangsung semakin baik, bersih, dan inklusif,” kata alumnus Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga ini.
Bawaslu Surabaya Bangun Sinergi dengan Gerindra, Evaluasi Pemilu 2024 Jadi Bekal Menuju 2029
Sementara itu, Ketua Bawaslu Surabaya, Novli Bernado Thyssen, mengatakan kunjungan kerja ke DPC Partai Gerindra Surabaya menjadi bagian dari upaya mengevaluasi pelaksanaan Pemilu 2024 sekaligus memperkuat koordinasi menjelang Pemilu 2029. Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk menyampaikan hasil pengawasan Bawaslu sekaligus menyerap masukan dari partai politik sebagai bahan perbaikan pengawasan pemilu.
“Kunjungan kerja ke Partai Gerindra ini sebagai bagian dari kewajiban Bawaslu untuk menyampaikan hasil pengawasan selama pelaksanaan Pemilu 2024 di Kota Surabaya,” ujar Novli.
Dalam pertemuan tersebut, Bawaslu juga membuka ruang dialog dengan Partai Gerindra. Menurut Novli, kritik dan saran dari peserta pemilu diperlukan untuk memperkuat kualitas pengawasan pada penyelenggaraan pemilu berikutnya.
“Kami juga meminta masukan, saran, sekaligus kritik dari kawan-kawan Gerindra terhadap kerja-kerja pengawasan Bawaslu. Semua itu akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pengawasan pada pemilu yang akan datang,” katanya.
Selain membahas evaluasi Pemilu 2024, Bawaslu mulai membangun komunikasi dengan partai politik sebagai bagian dari persiapan menghadapi tahapan Pemilu 2029. Dia berharap sinergi antara penyelenggara pemilu dan peserta pemilu dapat menciptakan proses demokrasi yang lebih berkualitas.
“Kami ingin membangun sinergisitas dan komunikasi yang baik dengan Partai Gerindra, khususnya dalam mempersiapkan penyelenggaraan Pemilu 2029 agar seluruh tahapan dapat berjalan semakin baik,” pungkas Novli. [asg/ian]






