Surabaya (beritajatim.com) – Penyerang Argentina, Lautaro Martínez, meminta kapten tim Lionel Messi menikmati setiap momen setelah Albiceleste memastikan tiket ke perempat final Piala Dunia FIFA melalui kemenangan dramatis 3-2 atas Mesir, Rabu (8/7/2025) dini hari WIB.
Kemenangan tersebut diraih dengan cara yang penuh perjuangan. Argentina sempat tertinggal dua gol sebelum bangkit membalikkan keadaan di Stadion Mercedes-Benz.
Saat peluit panjang berbunyi, Messi tampak tak mampu menyembunyikan emosinya. Sang kapten menitikkan air mata ketika rekan-rekan setim mengerumuninya untuk merayakan keberhasilan lolos ke delapan besar.
Momen itu diyakini memiliki makna khusus mengingat turnamen ini diperkirakan menjadi Piala Dunia terakhir dalam karier Messi bersama tim nasional Argentina.
Messi mengaku kebangkitan timnya menjadi salah satu pengalaman paling emosional yang pernah ia rasakan di panggung Piala Dunia.
“Jujur, saya sangat senang kami berhasil lolos dan dengan cara kami melakukannya. Situasi menjadi sulit saat tertinggal 2-0, tetapi kami mampu bangkit lagi. Kami banyak menderita, tetapi seperti itulah Piala Dunia. Setiap pertandingan berlangsung sangat ketat,” kata Messi.
“Saya benar-benar sangat bahagia,” lanjutnya.
Usai pertandingan, para pemain Argentina mengangkat Messi dan melemparkannya ke udara sebagai bentuk penghormatan atas kontribusinya sebelum seluruh skuad larut dalam selebrasi di tengah lapangan.
Lautaro Martínez menegaskan seluruh pemain memiliki motivasi tambahan untuk mempersembahkan hasil terbaik bagi sang kapten yang selama bertahun-tahun menjadi sosok sentral di tim nasional.
“Kepemimpinan Messi terlihat jelas di lapangan. Apa yang dia tunjukkan kepada kami setiap hari adalah sesuatu yang luar biasa. Dia pembimbing kami, inspirasi kami, dan pemimpin kami,” ujar Lautaro.
Menurut penyerang Inter Milan itu, ia secara langsung meminta Messi menikmati momen emosional tersebut.
“Saya mengatakan kepadanya agar menikmati semua ini karena dia memang pantas mendapatkannya. Kami akan memberikan segalanya untuk diri kami sendiri, tetapi lebih dari itu juga untuknya karena ini kemungkinan adalah Piala Dunia terakhirnya. Dia sudah memberikan begitu banyak untuk kami,” katanya.
Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, juga mengaku larut dalam suasana emosional setelah pertandingan usai. Ia bahkan menyebut dirinya sempat menangis bersama para pemain di ruang ganti.
[irp posts=”1525770” ]
“Saya memang sangat emosional. Para pemain bahkan memanggil saya si cengeng. Saya sempat meneteskan air mata di ruang ganti,” ujar Scaloni.
Menurutnya, Messi masih menunjukkan kualitas luar biasa meski telah memasuki fase akhir kariernya. Scaloni berharap sang kapten dapat menikmati setiap pertandingan yang masih tersisa.
“Saya tidak tahu apakah emosinya sama seperti ketika memenangkan final Piala Dunia, tetapi dia bermain sepak bola untuk momen-momen seperti ini. Dia menikmati permainan, menikmati bola, dan merasakan emosi itu. Kami ingin dia menikmati setiap detik karena setelah pensiun, momen seperti ini akan selalu dikenang,” kata Scaloni.
Ia juga memuji karakter tim Argentina yang terus berjuang meski berada dalam situasi sulit.
“Saya tidak tahu berapa banyak tim yang tidak pernah menyerah saat menghadapi kesulitan. Terkadang taktik bukan lagi hal utama, tetapi keberanian untuk terus bertarung,” ujarnya.
Argentina selanjutnya akan menghadapi pemenang laga Swiss melawan Kolombia pada babak perempat final yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Juli di Kansas City, Missouri. [faw/aje]






