Surabaya (beritajatim.com) – Lionel Messi kembali menunjukkan kelasnya sebagai pembeda bagi Argentina. Sang kapten menginspirasi kebangkitan luar biasa Albiceleste untuk mengalahkan Mesir 3-2 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Atlanta pada Rabu (8/7/2026) dini hari WIB, sekaligus membawa juara bertahan melaju ke perempat final.
Argentina sempat berada di ambang tersingkir setelah tertinggal dua gol hingga memasuki 15 menit terakhir pertandingan. Namun, pengalaman dan kualitas Messi mengubah jalannya laga.
Pada menit ke-79, Messi mengirim umpan matang yang diselesaikan Cristian Romero untuk memperkecil ketertinggalan. Empat menit berselang, peraih delapan Ballon d’Or itu mencetak gol penyama kedudukan sebelum Enzo Fernández memastikan kemenangan Argentina melalui sundulan pada menit kedua masa injury time.
Kemenangan tersebut mencatat sejarah baru di Piala Dunia. Untuk pertama kalinya, sebuah tim mampu memenangi laga fase gugur dalam waktu normal setelah tertinggal dua gol hingga menit ke-75.
“Kami adalah tim yang tidak pernah menyerah. Empat tahun setelah Qatar, kami kembali menikmati atmosfer Piala Dunia dan ingin mempertahankan gelar juara. Itulah target kami,” kata Enzo Fernández.
Berkat hasil tersebut, Argentina akan menghadapi pemenang laga Kolombia melawan Swiss pada babak perempat final di Kansas City.
Gol yang dicetak Messi semakin menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia.
Kapten Argentina itu kini mencetak gol dalam enam pertandingan fase gugur Piala Dunia secara beruntun, sebuah rekor baru.
Ia juga memperpanjang catatan mencetak gol menjadi sembilan pertandingan Piala Dunia berturut-turut sejak membawa Argentina menjadi juara pada edisi 2022.
Hingga babak 16 besar, Messi telah mengoleksi delapan gol di turnamen ini dan memimpin daftar sementara perebutan Sepatu Emas. Ia unggul satu gol atas Kylian Mbappé dari Prancis dan Erling Haaland dari Norwegia.
Secara keseluruhan, gol tersebut juga memperlebar keunggulan Messi atas Mbappé dalam daftar pencetak gol sepanjang sejarah Piala Dunia.
Usai pertandingan, Messi mengaku bangga dengan mental bertanding yang diperlihatkan seluruh pemain Argentina.
“Jujur, saya sangat senang kami bisa lolos dengan cara seperti ini. Saat tertinggal 2-0 situasinya sangat sulit, tetapi kami mampu bangkit lagi,” ujar Messi.
“Kami banyak menderita, tetapi memang seperti itulah Piala Dunia. Semua pertandingan berlangsung ketat. Seperti biasa, tim ini tidak pernah menyerah dan terus berjuang hingga peluit akhir,” lanjutnya.
Pelatih Argentina Lionel Scaloni tidak dapat menyembunyikan rasa harunya setelah menyaksikan perjuangan anak asuhnya. “Saya sangat emosional. Ini adalah kelompok pemain yang luar biasa,” kata Scaloni.
Lautaro Martínez juga memberikan penghormatan kepada Messi yang tampak menitikkan air mata setelah pertandingan berakhir.
“Melihatnya emosional sangat menyentuh. Saya mengatakan kepadanya agar menikmati momen ini karena dia pantas mendapatkannya. Kami akan terus memberikan yang terbaik, bukan hanya untuk diri kami sendiri, tetapi juga untuknya karena ini kemungkinan menjadi Piala Dunia terakhirnya,” ujar Lautaro.
Mesir hampir menciptakan salah satu kejutan terbesar di turnamen setelah unggul lebih dulu melalui sundulan Yasser Ibrahim pada menit ke-15.
Tak lama kemudian, Argentina memperoleh hadiah penalti setelah Nicolás Tagliafico dilanggar di kotak terlarang. Namun, eksekusi Messi berhasil digagalkan kiper Mesir, Mostafa Shobeir.
Shobeir kembali tampil gemilang dengan menggagalkan peluang Julián Álvarez, sementara tendangan Messi sempat membentur tiang gawang.
Mesir sempat mencetak gol kedua melalui Mostafa Zico, tetapi dianulir VAR karena terjadi pelanggaran dalam proses serangan.
Zico akhirnya benar-benar menggandakan keunggulan Mesir lewat skema serangan balik pada menit ke-67 dan membuat Argentina berada di ujung tanduk.
Namun, pengalaman juara bertahan berbicara pada menit-menit akhir. Tiga gol dalam kurun sekitar 15 menit memastikan Argentina membalikkan keadaan sekaligus mengakhiri perjalanan bersejarah Mesir yang untuk pertama kalinya berhasil menembus babak 16 besar Piala Dunia. [faw/suf]






