Surabaya (beritajatim.com) – Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) melalui Program Studi Teknik Pengolahan Limbah menerapkan program pengelolaan sampah organik berbasis 3R (Reuse, Reduce, Recycle) di Kelurahan Kalijudan.
Program pengabdian masyarakat yang didanai Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri untuk Riset dan Pengabdian (BIMA) itu menjadikan kawasan Taruna IV sebagai lokasi percontohan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
Ketua Tim Pengabdian PPNS, Vivin Setiani, S.T., M.Eng., mengatakan program tersebut dirancang untuk membekali masyarakat dengan keterampilan mengolah sampah organik menggunakan teknologi yang sederhana, mudah diterapkan, dan memiliki nilai ekonomi. Menurutnya, pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga agar mampu mengurangi beban sampah sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Program ini kami rancang agar masyarakat memiliki keterampilan mengelola sampah organik secara mandiri dengan teknologi yang sederhana, mudah diterapkan, dan bernilai ekonomis. Harapannya, pilot project di Kalijudan ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam membangun budaya pengelolaan sampah berbasis 3R dan ekonomi sirkular,” ujar Vivin dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/7/2026).
[irp posts=”1525773″ ]
Dalam kegiatan tersebut, warga mengikuti demonstrasi pengolahan sampah organik menggunakan teknologi Black Soldier Fly (BSF). Tim pengabdian mengajarkan tahapan pemilahan sampah, pencacahan limbah dapur menggunakan mesin pencacah, pembuatan Mikroorganisme Lokal (MoL) dari nasi sebagai aktivator alami, hingga proses pengolahan dalam reaktor tray BSF.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program, PPNS juga menyerahkan fasilitas berupa maggot komposter komunal dan personal, mesin pencacah, neraca analitik, ayakan kompos, serta buku panduan pengelolaan sampah rumah tangga. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi sarana bagi warga untuk mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan.
Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat dan Perekonomian Kelurahan Kalijudan, Piping Minovia, SST., M.M., mengapresiasi program tersebut karena memberikan solusi atas persoalan sampah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Kegiatan ini sangat aplikatif dan sangat membantu warga kami. Dengan mengubah sampah menjadi pakan maggot yang bernilai ekonomis, kita tidak hanya berhasil mengurangi volume sampah di TPS, tetapi juga membuka peluang baru bagi peningkatan kesejahteraan keluarga melalui pengelolaan sampah yang produktif,” ujarnya.
Kegiatan tersebut dihadiri Lurah Kalijudan Siti Nurul Hanifa, S.Sos., M.M., jajaran ketua RW, Kader Surabaya Hebat, serta penggerak PKK. Sinergi antara pemerintah kelurahan, perguruan tinggi, dan masyarakat diharapkan mampu menjadikan budaya memilah dan mengolah sampah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari warga Kalijudan.[asg/aje]






