Ringkasan Berita
ISPA menjadi penyakit menular terbanyak di Kabupaten Kediri pada Januari–Juni 2026.
Kasus tertinggi tercatat pada Mei dengan 11.461 penderita.
Dinkes menyebut cuaca dan musim pancaroba memicu peningkatan kasus.
Masyarakat diimbau menerapkan PHBS dan menjaga daya tahan tubuh.
Kediri (beritajatim.com) – Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi penyakit menular dengan jumlah kasus tertinggi di Kabupaten Kediri sepanjang Januari hingga Juni 2026. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, jumlah penderita ISPA jauh lebih tinggi dibandingkan penyakit menular lainnya, dengan keluhan yang didominasi batuk dan pilek.
Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat agar meningkatkan daya tahan tubuh dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terutama saat musim pancaroba maupun musim kemarau atau Bediding.
Cuaca Jadi Pemicu Meningkatnya Kasus ISPA
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dr. Ahmad Khotib melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr. Bambang Triyono Putro, menjelaskan tingginya angka ISPA berkaitan erat dengan kondisi cuaca.
Menurutnya, musim penghujan maupun masa peralihan musim menjadi periode ketika virus lebih mudah menyerang tubuh, terutama jika daya tahan seseorang sedang menurun.
“Kalau Januari kan sejak musim penghujan, keluhan batuk pilek hampir setiap waktu karena virus menyerang kondisi tubuh yang turun. Apalagi di pergantian musim/pancaroba,” jelasnya.
Kasus Sempat Turun, Lalu Melonjak
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri menunjukkan fluktuasi jumlah kasus ISPA selama enam bulan pertama tahun 2026.
Pada Januari tercatat sebanyak 5.894 kasus, kemudian menurun menjadi 3.592 kasus pada Februari.
Memasuki Maret, jumlah penderita kembali meningkat menjadi 9.324 kasus.
Tren kenaikan berlanjut pada April dengan 11.274 kasus, lalu mencapai angka tertinggi pada Mei sebanyak 11.461 kasus.
Sementara itu, pada Juni jumlah kasus mulai menurun menjadi 9.568 kasus, meski angkanya masih tergolong tinggi.
Dinkes Imbau Terapkan PHBS
Menghadapi musim Bediding, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan dan menjaga imunitas tubuh.
Selain mengonsumsi makanan bergizi serta mencukupi waktu istirahat, masyarakat juga diminta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
“Perilaku hidup bersih sehat, seperti cuci tangan pakai masker kalau sakit, jaga daya tahan tubuh dengan makan dan istirahat cukup,” terang Bambang.
Menurutnya, penggunaan masker saat sedang mengalami gejala batuk atau pilek juga penting untuk mencegah penularan kepada orang lain.
Langkah Sederhana untuk Menekan Kasus
Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri berharap kebiasaan sederhana seperti rutin mencuci tangan menggunakan sabun, memakai masker saat sakit, menjaga pola makan bergizi, serta istirahat yang cukup dapat membantu menekan angka kasus ISPA.
Melalui peningkatan kesadaran masyarakat terhadap PHBS dan upaya menjaga daya tahan tubuh, pemerintah berharap tren peningkatan kasus ISPA yang kerap terjadi setiap musim dapat dikendalikan sehingga kesehatan masyarakat Kabupaten Kediri tetap terjaga. [nm/aje]






