Surabaya (beritajatim.com) – Persaingan memperebutkan Sepatu Emas Piala Dunia 2026 semakin sengit seiring berjalannya babak gugur.
Penyerang Prancis, Kylian Mbappé, untuk sementara berada di posisi teratas daftar pencetak gol terbanyak, unggul tipis atas kapten Argentina, Lionel Messi.
Hingga berakhirnya pertandingan babak 16 besar pada Minggu (5/7/2026) pagi WIB, Mbappé dan Messi sama-sama telah mengoleksi tujuh gol.
Namun, Mbappé berhak menempati peringkat pertama karena unggul dalam jumlah assist, yang menjadi penentu apabila dua pemain memiliki koleksi gol yang sama.
Striker Prancis itu telah mencatatkan dua assist sepanjang turnamen. Gol ketujuhnya lahir melalui eksekusi penalti pada menit ke-70 saat Prancis menyingkirkan Paraguay di babak 16 besar.
Sementara itu, Messi mencetak gol ketujuhnya ketika membawa Argentina mengalahkan Cape Verde 3-2 pada babak 32 besar.
Gol tersebut tercipta pada menit ke-29 setelah pemain berusia 39 tahun itu melakukan pergerakan tanpa bola yang cermat sebelum melepaskan penyelesaian akurat ke sudut atas gawang.
Catatan tersebut memperpanjang rekor Messi yang selalu mencetak gol dalam delapan pertandingan Piala Dunia secara beruntun, sejak edisi 2022.
Persaingan kedua pemain juga semakin menarik jika melihat torehan sepanjang sejarah Piala Dunia. Messi kini masih memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia putra dengan koleksi 20 gol, sedangkan Mbappé berada tepat di belakangnya dengan 19 gol.
Keduanya telah melampaui rekor lama milik Miroslav Klose yang mencetak 16 gol di Piala Dunia putra. Sementara di sektor putri, rekor pencetak gol terbanyak masih dipegang Marta dengan 17 gol.
Bagi Mbappé, peluang mempertahankan gelar Sepatu Emas terbuka lebar setelah sebelumnya menjadi top skor Piala Dunia 2022.
Sebaliknya, Messi masih memburu gelar individu tersebut karena belum pernah menjadi peraih Sepatu Emas sepanjang kariernya di Piala Dunia.
Di bawah Mbappé dan Messi, persaingan masih terbuka. Erling Haaland dari Norwegia dan Harry Kane dari Inggris sama-sama telah mengoleksi lima gol atau hanya terpaut dua gol dari dua pemain teratas.
Haaland menambah koleksi golnya saat membantu Norwegia mengalahkan Pantai Gading pada babak 32 besar. Sementara Kane mencetak dua gol ketika Inggris menundukkan Republik Demokratik Kongo, termasuk gol penentu kemenangan pada menit ke-86. Kane sendiri pernah meraih Sepatu Emas pada Piala Dunia 2018.
Persaingan juga melibatkan penyerang Prancis Ousmane Dembélé, Vinícius Júnior dari Brasil, serta Mikel Oyarzabal dari Spanyol yang masing-masing telah mencetak empat gol.
Dembélé mengoleksi dua assist sehingga tetap menjadi pesaing serius dalam perebutan penghargaan tersebut. Vinícius dan Oyarzabal sama-sama melengkapi empat gol dengan satu assist.
Sementara itu, gelandang Swiss Johan Manzambi telah mencetak tiga gol dan dua assist, sedangkan penyerang Meksiko Julián Quiñones mengoleksi tiga gol serta satu assist.
Sejauh ini, tiga pemain telah membukukan hattrick pada Piala Dunia 2026, yakni Lionel Messi, Ousmane Dembélé, dan Jonathan David dari Kanada.
Messi mencetak tiga gol saat Argentina menghadapi Aljazair pada laga pembuka. Dembélé menorehkan hattrick ketika Prancis menghadapi Norwegia di fase grup, sedangkan Jonathan David menginspirasi kemenangan bersejarah Kanada 6-0 atas Qatar yang menjadi kemenangan perdana negara tersebut di ajang Piala Dunia. (faw/ted)






