Gresik (beritajatim.com)– Kawasan Pergudangan Prambanan Bizland, Jalan Raya Cerme Lor, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, mendadak menjadi pusat perhatian setelah tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Bea Cukai RI menggelar operasi besar kemarin (1/7) malam.
Sekitar 20 personel gabungan yang dipimpin Penyidik Madya BNN RI, Kombes Agus Suryono, diterjunkan dalam operasi yang berlangsung hingga malam hari.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan tiga unit truk Fuso yang diduga mengangkut bunga dan daun ganja (Cannabis sativa) yang disebut berasal dari Thailand.
Berdasarkan informasi awal, total barang yang diamankan diperkirakan mencapai sekitar 2 hingga 3 ton. Jumlah pasti masih menunggu hasil pendataan dan penimbangan resmi dari penyidik.
Selain tiga truk tersebut, petugas juga mengamankan satu unit mobil Grand Max yang diketahui membawa mi instan kedaluwarsa serta bangkai ikan.
Setelah seluruh kendaraan diamankan, tim gabungan langsung melakukan pendataan, pemeriksaan, serta menginterogasi sejumlah pihak yang berkaitan dengan pengiriman maupun penyimpanan barang tersebut.
Terkait dengan ungkap kasus besar ini,
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution bersama Kasat Narkoba Polres Gresik AKP Ahmad Yani dan Kepala BNN Kabupaten Gresik AKBP Suharsi turut hadir di lokasi untuk berkoordinasi dengan tim penyidik BNN RI.
Proses pembongkaran salah satu truk yang diduga bermuatan ganja dimulai. Akses menuju lokasi pembongkaran dibatasi dan hanya personel tertentu dari BNN RI serta Bea Cukai yang diperbolehkan masuk. Dokumentasi kegiatan juga dibatasi hanya dilakukan oleh petugas resmi BNN RI.
Pemeriksaan dan pembongkaran barang bukti masih terus berlangsung dengan pengamanan ketat. Situasi di sekitar lokasi dilaporkan aman dan kondusif.
Informasi sementara yang dihimpun menyebutkan barang tersebut diduga dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, sebelum akhirnya disimpan di salah satu gudang di kawasan Prambanan Bizland. Gudang tersebut disebut-sebut disewa oleh seorang warga negara asing asal Vietnam sejak 2024. Informasi ini masih menjadi bagian dari pendalaman penyidik.
Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto dijadwalkan memberikan keterangan resmi terkait hasil pengungkapan besar hari ini Kamis (2/7/2026). Rilis tersebut direncanakan dihadiri langsung oleh Kepala BNN RI beserta jajaran.
“Nanti yang menyampaikan ungkap kasus ini dari BNN pusat,” ujar AKBP Ramadhan Nasution. (dny/ted)






