Ringkasan Berita:
* PT Sasa Inti meluncurkan kampanye edukasi #MSGYangBenar di Surabaya untuk mematahkan mitos negatif seputar MSG.
* Berdasarkan data FDA dan WHO, MSG terbukti aman dan memiliki kandungan natrium jauh lebih rendah daripada garam dapur, sehingga dapat menjadi solusi praktis untuk diet rendah gula dan garam.
* Melalui kampanye ini, Sasa mengedukasi masyarakat mengenai penggunaan MSG yang tepat agar masakan tetap sehat dan lezat.
—————————————————
Surabaya (beritajatim.com) – Puluhan tahun menjadi “kambing hitam” dalam dunia kesehatan, Monosodium Glutamat (MSG) kini dibela lewat langkah edukatif. PT Sasa Inti resmi menggelar kampanye #MSGYangBenar bertajuk “MSG: Satu Sendok, Sejuta Mitos” di Alun-Alun Surabaya, Selasa (30/6/2026), untuk meluruskan miskonsepsi masyarakat mengenai penggunaan penyedap rasa.
Head of Marketing PT Sasa Inti, Albert Dinata, menegaskan bahwa kampanye ini bertujuan menggeser stigma negatif menjadi pemahaman ilmiah. MSG yang diproduksi melalui fermentasi tebu alami ini justru bisa menjadi kunci sukses diet sehat.
“MSG bukan musuh, melainkan solusi memasak praktis. Faktanya, MSG adalah partner terbaik untuk memotong asupan gula dan garam tanpa mengorbankan kelezatan masakan,” ujar Albert.
Data ilmiah mendukung pernyataan tersebut. Berdasarkan acuan U.S. Food and Drug Administration (FDA) dan WHO, kandungan natrium dalam MSG hanya 12%, jauh lebih rendah dibandingkan garam dapur yang mencapai 40%. Bahkan, Journal of Food Science mencatat penggunaan MSG yang tepat dapat mengurangi kebutuhan garam dapur hingga 30% tanpa menurunkan kualitas rasa makanan.
Dalam acara ini, Sasa juga melibatkan para pedagang kaki lima legendaris di Surabaya sebagai bukti nyata. Mereka berhasil mempertahankan cita rasa ikonik masakan dengan mengurangi takaran gula dan garam melalui substitusi MSG. Pengunjung yang hadir di Alun-Alun Surabaya pun dapat membuktikan sendiri kelezatannya melalui sesi taste-test gratis.
Untuk menjangkau masyarakat lebih luas, Sasa menyediakan situs msgyangbenar.sasa.co.id sebagai kanal validasi antara mitos dan fakta seputar MSG. Sesi edukasi yang dipandu Indra Herlambang ini turut menghadirkan pakar kesehatan dr. Reisa Broto Asmoro, ahli gizi Mochamad Rizal, Chef Martin Praja, serta ikon kuliner Surabaya, Bu Rudy.[rea]






