Ringkasan Berita:
- Sistem baru pembagian kuota haji berpotensi mempercepat keberangkatan jemaah asal Ponorogo.
- Masa tunggu diperkirakan berkurang dari sekitar 33 tahun menjadi 28 tahun.
- Jawa Timur berpeluang memperoleh kuota lebih besar karena memiliki jumlah pendaftar yang tinggi.
- Kuota jemaah asal Ponorogo pada musim haji 2027 diperkirakan meningkat menjadi sekitar 900 orang.
Ponorogo (beritajatim.com) – Sistem baru pembagian kuota haji yang diterapkan Kementerian Haji dan Umrah berpotensi memangkas masa tunggu calon jemaah asal Kabupaten Ponorogo. Perubahan mekanisme tersebut membuka peluang percepatan keberangkatan bagi calon jemaah di Jawa Timur karena kuota kini dihitung berdasarkan jumlah pendaftar di setiap provinsi.
Sebelumnya, pembagian kuota haji mengacu pada sistem antrean nasional berdasarkan jumlah penduduk muslim di masing-masing daerah. Kini, kuota dialokasikan secara proporsional sesuai jumlah pendaftar di tingkat provinsi.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Ponorogo, Marjuni, mengatakan skema baru tersebut berpotensi meningkatkan alokasi kuota bagi Jawa Timur yang selama ini menjadi salah satu provinsi dengan jumlah pendaftar haji terbesar di Indonesia.
“Akhirnya mempersingkat masa tunggu jemaah haji Jatim,” jelas Marjuni, Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, dengan sistem baru tersebut, masa tunggu calon jemaah yang mendaftar saat ini diperkirakan menyusut menjadi sekitar 28 tahun. Sebelumnya, calon jemaah harus menunggu sekitar 33 tahun untuk bisa berangkat ke Tanah Suci.
“Sebelumnya menunggu sekitar 33 tahun, sekarang menyusut menjadi 28 tahun,” ujarnya.
Dengan estimasi tersebut, calon jemaah yang mendaftar pada tahun ini diperkirakan dapat berangkat menunaikan ibadah haji pada 2054.
Perubahan sistem pembagian kuota juga diproyeksikan berdampak terhadap jumlah jemaah yang diberangkatkan dari Kabupaten Ponorogo. Untuk musim haji 2027, kuota keberangkatan diperkirakan meningkat menjadi sekitar 900 orang.
Jumlah tersebut naik cukup signifikan dibandingkan musim haji 2026 yang memberangkatkan sebanyak 564 jemaah.
Sementara itu, untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun depan, jemaah yang dijadwalkan berangkat merupakan mereka yang telah mendaftar pada 2013.
Marjuni berharap penambahan kuota bagi Jawa Timur dapat terus berlanjut sehingga masa tunggu calon jemaah semakin pendek dan masyarakat memiliki kesempatan lebih cepat untuk menunaikan ibadah haji. [end/beq]






