Surabaya (beritajatim.com) – Tim nasional Jerman kembali menorehkan catatan kelam di Piala Dunia 2026. Kekalahan 3-4 melalui adu penalti dari Paraguay pada babak 32 besar, Selasa (30/6/2026), membuat Die Mannschaft kembali gagal menembus babak perempat final, sebuah pencapaian yang selama puluhan tahun nyaris selalu mereka raih.
Sepanjang sejarah keikutsertaannya di Piala Dunia, Jerman dikenal sebagai salah satu tim paling konsisten di turnamen tersebut. Dari seluruh edisi yang diikuti, mereka hanya empat kali gagal mencapai perempat final, yakni pada 1938, 2018, 2022, dan kini 2026.
Kegagalan terbaru sekaligus mempertegas kemunduran performa juara dunia empat kali itu sejak mengangkat trofi Piala Dunia 2014. Dalam tiga edisi terakhir, Jerman dua kali tersingkir di fase grup sebelum kini kembali pulang lebih cepat setelah gagal melewati babak 32 besar.
Ironisnya, Jerman tampil dominan sepanjang pertandingan melawan Paraguay. Pasukan Julian Nagelsmann menguasai penguasaan bola dan terus menekan lawan, tetapi kesulitan menciptakan peluang berbahaya pada babak pertama.
Paraguay justru tampil lebih efektif. Julio Enciso membawa wakil Amerika Selatan itu unggul melalui sundulan pada babak pertama sebelum Kai Havertz menyamakan kedudukan pada awal babak kedua. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal dan perpanjangan waktu berakhir.
Jerman sebenarnya sempat merasa mengamankan kemenangan ketika Jonathan Tah mencetak gol pada menit ke-102. Namun, gol tersebut dianulir setelah tinjauan Video Assistant Referee (VAR) menyatakan terjadi pelanggaran terhadap penjaga gawang Paraguay.
Laga kemudian berlanjut ke adu penalti. Kai Havertz, Nick Woltemade, dan Jonathan Tah gagal menjalankan tugas sebagai algojo, sementara Jose Canale mencetak gol penentu yang membawa Paraguay menang 4-3 sekaligus memastikan tiket ke babak 16 besar.
Kapten Jerman, Joshua Kimmich, menilai timnya memang pantas tersingkir dan enggan menjadikan keputusan wasit maupun adu penalti sebagai alasan kegagalan.
“Kami tidak seharusnya menyalahkan wasit atau adu penalti hari ini. Jika Anda tidak mampu mengalahkan Paraguay dalam waktu 120 menit, berarti Anda memang pantas tersingkir. Kami seharusnya memiliki kualitas untuk mengalahkan lawan seperti ini,” ujar Kimmich.
Sementara itu, pelatih Jerman Julian Nagelsmann mengakui bahwa timnya gagal memenuhi target yang telah dipasang sebelum turnamen dimulai.
“Saya kecewa. Penampilan kami belum cukup untuk mengalahkan lawan ini. Jika Anda tersingkir oleh Paraguay, berarti Anda belum layak disebut tim sepak bola kelas satu,” ujar Nagelsmann. (faw/aje)






