Ringkasan Berita:
- Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM meluncurkan empat portal media digital dalam ajang Komjest 2026.
- Masing-masing media memiliki fokus pada lingkungan, wisata, kesehatan, dan kuliner.
- Mahasiswa dibekali kemampuan membangun media digital berbasis analitik dan multiplatform.
- Kegiatan menjadi bagian dari pembelajaran berbasis luaran untuk mencetak jurnalis profesional.
Malang (beritajatim.com) – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meluncurkan empat portal media digital baru dalam ajang Communication Journalism Exhibition and Talkshow (Komjest) 2026. Peluncuran tersebut menjadi bagian dari implementasi pembelajaran jurnalistik yang tidak hanya berorientasi pada produksi berita, tetapi juga pengembangan media digital yang adaptif terhadap perkembangan industri.
Pameran karya sekaligus peluncuran portal media itu digelar di Malang Creative Center (MCC), Jumat (26/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen UMM dalam mencetak calon jurnalis profesional yang mampu menjawab tantangan transformasi media di era digital.
Dosen Praktikum Jurnalisme Data dan Dokumenter 3 UMM, Dr. Nurudin, M.Si., menjelaskan bahwa empat portal media yang dikembangkan mahasiswa memiliki karakter dan segmentasi pembaca yang berbeda.
Portal natera.id mengangkat isu lingkungan, soravista.id berfokus pada destinasi wisata alam, zheltymedia.id menyajikan konten edukasi kesehatan digital, sedangkan clickbites.id menghadirkan informasi seputar dunia kuliner.
“Hadirnya portal-portal ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak sekadar memproduksi teks berita, melainkan mampu membangun identitas media dengan target pembaca dan nilai editorial yang terarah,” ujar Nurudin kepada beritajatim.com, Senin (29/6/2026).
Selain peluncuran media digital, Komjest 2026 juga menghadirkan forum diskusi bersama para pemimpin redaksi dari masing-masing portal. Dalam sesi tersebut, mahasiswa memaparkan strategi pengembangan media, mulai dari penentuan segmentasi audiens, pengelolaan konten, hingga arah kebijakan editorial.
Wawasan peserta semakin diperkaya melalui talkshow bertajuk “Transformasi Media & Jurnalisme: Dari Media Konvensional ke Media Modern”. Forum tersebut membahas perubahan pola konsumsi informasi masyarakat sekaligus strategi distribusi konten lintas platform di era digital.
Menurut Nurudin, perkembangan industri media saat ini menuntut mahasiswa memiliki kompetensi yang lebih luas dibanding sekadar kemampuan menulis berita.
“Praktikum JR 3 ini fokus pada optimasi media digital. Mahasiswa memanfaatkan Instagram, konten audio visual, hingga perangkat analitik seperti Google Analytics untuk melihat jangkauannya terhadap masyarakat, sehingga mereka tahu cara mengevaluasi efektivitas informasinya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UMM, Novin Farid Setyo Wibowo, S.Sos., M.Si., menyebut penyelenggaraan Komjest menjadi indikator keberhasilan implementasi pembelajaran berbasis luaran (outcome-based education) yang diterapkan dalam kurikulum praktikum jurnalistik.
Ia mengapresiasi kemampuan mahasiswa yang tidak hanya menghasilkan karya jurnalistik, tetapi juga mampu membangun media digital sekaligus menyelenggarakan kegiatan profesional.
“Saya bangga karena ini momentum penting mahasiswa mampu memamerkan karya dan menyelenggarakan acara ini dengan baik. Semoga kegiatan ini bisa diteruskan setiap semester hingga mampu melahirkan media baru yang dikelola secara profesional,” kata Novin. [dan/beq]






