Ringkasan Berita:
- Pemkab Pasuruan mulai menata ulang sejumlah gedung pemerintahan untuk mendukung pembangunan sport center terpadu.
- Kantor KPU Kabupaten Pasuruan dipindahkan ke bekas gedung Inspektorat, sementara BNN dan KONI juga akan menempati lokasi baru.
- Bekas kantor KPU akan dialihfungsikan menjadi pusat latihan atlet berbagai cabang olahraga, termasuk sepak bola.
- Sport center akan dilengkapi fasilitas kebugaran dan sarana pendukung pembinaan atlet berstandar modern.
Pasuruan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan mulai mematangkan pembangunan sport center terpadu sebagai pusat pembinaan atlet berbagai cabang olahraga. Program tersebut diawali dengan penataan ulang sejumlah gedung pemerintahan agar pemanfaatan aset daerah menjadi lebih efektif sekaligus mendukung pengembangan infrastruktur olahraga.
Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, mengatakan proses penataan kawasan dilakukan secara bertahap dengan memindahkan beberapa instansi ke lokasi baru yang telah disiapkan.
“Kantor KPU sudah mulai digeser ke bekas gedung Inspektorat di Kota Pasuruan,” ujar Rusdi Sutejo.
Bupati yang akrab disapa Mas Rusdi itu menjelaskan, proses perpindahan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasuruan dilakukan secara bertahap agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan tanpa hambatan.
Selain KPU, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Pasuruan juga akan menempati kantor baru yang telah disiapkan pemerintah daerah.
“BNN Kabupaten Pasuruan juga sudah disiapkan tempat perpindahannya,” jelas Mas Rusdi.
Menurutnya, kantor BNN direncanakan berpindah ke wilayah Kecamatan Bangil. Sementara itu, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pasuruan juga dijadwalkan mengosongkan kantor lama dan menempati kawasan baru di Raci sebagai bagian dari penataan aset daerah.
Setelah proses relokasi selesai, bekas kantor KPU akan dialihfungsikan menjadi sport center yang menjadi pusat latihan atlet Kabupaten Pasuruan.
“Nanti bekas kantor KPU itu kita bikin untuk sport center. Ini bakal jadi tempat latihannya teman-teman dari seluruh cabang olahraga yang ada, terutama untuk sepak bola nanti juga di situ,” ungkap Mas Rusdi.
Ia menjelaskan, gedung yang berada dalam satu kawasan dengan KONI tersebut akan direvitalisasi secara menyeluruh agar mampu mendukung pembinaan atlet secara lebih optimal.
Revitalisasi tidak hanya mencakup perbaikan fisik bangunan, tetapi juga pengadaan berbagai fasilitas olahraga dan perlengkapan latihan untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet.
“Tentu penyesuaian dan revitalisasi fungsional bangunan tetap berjalan, karena kan butuh pengadaan alat-alatnya juga, seperti fasilitas fitness dan alat penunjang fisik lainnya,” imbuh Rusdi.
Melalui pembangunan sport center terpadu tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan berharap pembinaan atlet dapat dilakukan secara lebih terpusat, modern, dan berkelanjutan. Integrasi kantor KONI dengan pusat latihan dalam satu kawasan juga diharapkan mampu meningkatkan koordinasi pembinaan sekaligus mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional. [ada/beq]






