Malang (beritajatim.com) – Universitas Brawijaya (UB) Malang mencatatkan lonjakan performa yang signifikan pada 14 dari 17 indikator Sustainable Development Goals (SDGs) dalam pemeringkatan bergengsi Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Ratings 2026. Kampus yang berbasis di Jalan Veteran Kota Malang ini kokoh mempertahankan posisinya di peringkat 401–600 besar dunia
Kepala UPT Global Partnership and Reputation UB, Hendrix Yulis Setyawan, PhD, memberikan penjelasan terbuka mengenai fluktuasi angka pada beberapa poin penilaian. Menurutnya, penurunan di dua sektor dipengaruhi oleh detail metodologi spesifik dari THE.
“Penurunan SDG di atas dikarenakan berkurangnya jumlah program anti-poverty for community yang dilaporkan pada SDG 1. Sementara pada SDG 4, penurunan dipengaruhi oleh indikator life-long learning measures serta menurunnya jumlah mahasiswa first generation yang menjadi bagian dari penilaian THE Sustainability Impact Ratings,” ujar Hendrix, Kamis (25/6/2026)
Kendati demikian, Hendrix menegaskan bahwa potret besar performa UB sepanjang tahun 2026 ini sangat positif karena dominasi indikator dominan bergerak naik.
Capaian impresif ini langsung direspons positif oleh jajaran rektorat. Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof. Imam Santoso, mengaku bangga karena lompatan performa diraih saat jumlah kampus kompetitor di seluruh dunia terus bertambah.
“Peningkatan pada 14 indikator SDGs menjadi capaian yang membanggakan karena diraih di tengah bertambahnya jumlah perguruan tinggi yang berpartisipasi dalam pemeringkatan ini. Hal tersebut menunjukkan bahwa program-program Universitas Brawijaya semakin diakui kontribusinya terhadap pembangunan berkelanjutan di tingkat global,” tegas Prof. Imam.
Guna mendongkrak kembali indikator yang turun, Prof. Imam menyatakan pihaknya sudah menyiapkan langkah taktis. Sektor pengentasan kemiskinan (SDG 1) akan digenjot lewat penguatan jangkauan desa binaan, pendampingan UMKM lokal, serta dokumentasi program pengabdian masyarakat yang lebih terukur.
Sedangkan untuk mendongkrak SDG 4, UB berkomitmen memperluas akses skema lifelong learning melalui program sertifikasi profesi, pelatihan terbuka, kursus gratis untuk publik, hingga memperlebar jalur afirmasi dan beasiswa bagi calon mahasiswa first generation (anak pertama di keluarga yang menempuh kuliah) di berbagai daerah pelosok.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat program pengabdian kepada masyarakat, pendidikan inklusif, penelitian yang berdampak, serta kemitraan strategis untuk meningkatkan kontribusi Universitas Brawijaya terhadap pencapaian SDGs. Capaian ini menunjukkan bahwa UB tidak hanya berfokus pada reputasi akademik, tetapi juga pada dampak nyata yang diberikan kepada masyarakat,” kata Prof Imam menutup.
THE Sustainability Impact Ratings sendiri merupakan sistem pemeringkatan global yang mengukur sejauh mana kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menyukseskan target pembangunan berkelanjutan PBB. Aspek yang dinilai mencakup seluruh lini Tri Dharma Perguruan Tinggi, mulai dari kualitas pendidikan, kedalaman riset, pengabdian masyarakat, tata kelola kampus, hingga jaringan kemitraan internasional.
Berdasarkan data rilis tahun 2026, ke-14 indikator SDGs UB yang meroket meliputi SDG 2 (Zero Hunger), SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 5 (Gender Equality), SDG 6 (Clean Water and Sanitation), SDG 7 (Affordable and Clean Energy), SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), SDG 10 (Reduced Inequalities), SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), SDG 13 (Climate Action), SDG 14 (Life Below Water), SDG 15 (Life on Land), SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions), serta SDG 17 (Partnerships for the Goals).
Sementara itu, untuk SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) terpantau kokoh mempertahankan posisinya di grup 201–300 dunia. Sayangnya, koreksi minor terjadi pada SDG 1 (No Poverty) dan SDG 4 (Quality Education) yang mengalami penurunan dibanding capaian tahun lalu.
Lompatan performa impresif terlihat pada SDG 9 dan SDG 14, di mana keduanya sukses melesat dari zona 301–400 dan 401–600 menuju jajaran top 101–200 dunia. Sektor lingkungan juga mencatat rapor hijau lewat SDG 13 (Climate Action) yang meroket tajam dari peringkat 801–1000 langsung menembus kelompok 301–400 dunia.
Kemajuan signifikan lain diraih oleh SDG 12 dan SDG 16 yang kini bertengger di peringkat 201–300 dunia, diikuti SDG 3 di posisi 301–400 dunia, serta SDG 2 yang merangkak naik ke peringkat 101–200 dunia. (dan/but)






