Ringkasan Berita:
- KONI Jawa Timur mulai mematangkan persiapan menghadapi PON XXII 2028 melalui Rakerprov di Surabaya.
- Pembinaan atlet sejak dini menjadi strategi utama untuk meningkatkan prestasi pada PON di NTB dan NTT.
- Atlet Jawa Timur dinilai konsisten berprestasi di tingkat nasional maupun internasional dengan efektivitas perolehan medali yang tinggi.
- KONI Jatim juga bersiap menghadapi PON Beladiri 2026, PON Pantai 2026, dan Babak Kualifikasi PON 2027.
Surabaya (beritajatim.com) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur mulai mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Penguatan pembinaan atlet menjadi fokus utama untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi olahraga Jawa Timur di tingkat nasional.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Jawa Timur yang dibuka langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Kamis (25/6/2026).
Ketua KONI Jawa Timur Muhammad Nabil mengatakan seluruh pemangku kepentingan olahraga di Jawa Timur harus mulai memusatkan perhatian pada persiapan menuju PON 2028. Menurutnya, pembinaan atlet berprestasi membutuhkan proses yang panjang sehingga program pembinaan harus dimulai sejak dini.
“Konsentrasi kami adalah meraih prestasi yang lebih baik pada PON 2028. Karena itu, seluruh cabang olahraga harus mulai mempersiapkan atlet-atlet terbaiknya dari sekarang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembinaan atlet akan diperkuat melalui program Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) yang dikombinasikan dengan pembinaan berkelanjutan di masing-masing cabang olahraga. Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Menurut Nabil, kualitas pembinaan atlet Jawa Timur telah terbukti melalui berbagai prestasi yang diraih dalam beberapa tahun terakhir. Atlet asal Jawa Timur menjadi penyumbang medali emas terbanyak bagi Indonesia di sejumlah kejuaraan internasional. Bahkan, beberapa di antaranya berhasil meraih gelar juara dunia pada cabang olahraga masing-masing.
Di tingkat nasional, Jawa Timur juga berhasil menempati peringkat ketiga pada ajang PON Beladiri, berada di bawah DKI Jakarta dan Jawa Barat.
Nabil menilai hasil tersebut menunjukkan efektivitas sistem pembinaan atlet yang diterapkan KONI Jawa Timur. Meskipun hanya mengirimkan 79 atlet, kontingen Jawa Timur mampu mencatatkan tingkat efektivitas kemenangan yang sangat tinggi.
“Secara persentase keterwakilan, kami hanya mengirim 79 atlet. Namun tingkat efektivitas perolehan kemenangan mencapai lebih dari 78 persen,” katanya.
Meski mencatatkan hasil positif, KONI Jawa Timur memilih tidak berpuas diri. Sejumlah agenda besar telah menanti dalam dua tahun ke depan, mulai dari PON Beladiri 2026, PON Pantai 2026, hingga Babak Kualifikasi (BK) PON 2027 yang akan menjadi penentu lolos tidaknya atlet menuju PON XXII Tahun 2028.
Melalui persiapan yang dimulai lebih awal, KONI Jawa Timur berharap dapat mempertahankan tradisi sebagai salah satu provinsi penyumbang prestasi olahraga nasional sekaligus meningkatkan perolehan medali pada PON 2028 di NTB dan NTT. [way/beq]






