Surabaya (beritajatim.com) – Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menjatuhkan sanksi larangan bermain selama lima pertandingan kepada gelandang Qatar, Assim Madibo, setelah pelanggaran keras yang mengakibatkan pemain Kanada, Ismaël Koné, mengalami patah tulang kaki pada laga fase grup Piala Dunia 2026.
Keputusan tersebut diumumkan Komite Disiplin FIFA setelah menilai insiden yang terjadi dalam pertandingan Kanada melawan Qatar sebagai pelanggaran serius. Meski demikian, hukuman tersebut masih dapat diajukan banding oleh pihak pemain maupun federasi terkait.
Insiden terjadi pada babak kedua ketika Madibo melakukan tekel dari belakang terhadap Koné. Benturan keras tersebut membuat gelandang Kanada itu mengalami cedera serius yang langsung menghentikan jalannya pertandingan untuk beberapa saat.
Wasit tanpa ragu mengeluarkan kartu merah langsung kepada Madibo. Pemain berusia 29 tahun itu terlihat sangat terpukul setelah menyadari dampak dari tekel yang dilakukannya.
Menurut pelatih Kanada Jesse Marsch, Madibo bahkan mendatangi ruang ganti Kanada seusai pertandingan untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Koné.
“Dia sangat terpukul dengan cedera yang terjadi. Tidak ada unsur kesengajaan dalam insiden itu. Semua orang mengenal Madibo dan ini murni sebuah kecelakaan. Saya hanya ingin menegaskan hal tersebut dan mendoakan yang terbaik untuknya,” ujar Marsch.
Beberapa hari setelah kejadian, Madibo dan Koné terlihat bertemu kembali dalam suasana yang hangat. Keduanya bahkan sempat berpelukan, menunjukkan bahwa tidak ada permusuhan di antara kedua pemain meskipun insiden tersebut berujung cedera serius.
Sikap sportif yang ditunjukkan Madibo mendapat perhatian luas dari publik sepak bola. Banyak pihak menilai tindakan meminta maaf secara langsung menunjukkan tanggung jawab moral atas insiden yang terjadi di lapangan.
Sebelum hukuman tambahan dijatuhkan FIFA, Madibo sebenarnya sudah menjalani larangan satu pertandingan akibat kartu merah yang diterimanya. Ia absen saat Qatar menelan kekalahan 1-3 dari Bosnia dan Herzegovina pada laga terakhir fase grup.
Namun, karena Qatar gagal melaju ke babak gugur dan finis di dasar klasemen Grup B, sebagian besar hukuman tersebut tidak dapat dijalani selama turnamen berlangsung.
Artinya, sisa larangan bermain akan tetap berlaku pada pertandingan resmi internasional Qatar berikutnya setelah Piala Dunia 2026 berakhir.
Di sisi lain, Ismaël Koné telah menjalani operasi untuk memperbaiki patah tulang tibia dan fibula pada kaki kirinya. Prosedur medis tersebut dilaporkan berjalan sukses dan kini pemain berusia 24 tahun itu tengah menjalani masa pemulihan.
Cedera yang dialami gelandang Sassuolo tersebut sempat menutupi kegembiraan Kanada yang meraih kemenangan perdana sepanjang sejarah mereka di ajang Piala Dunia. Dalam pertandingan itu, Kanada tampil dominan dan menang telak 6-0 atas Qatar.
Dukungan besar juga diberikan kepada Koné menjelang pertandingan terakhir Kanada di fase grup. Saat hadir di Stadion BC Place, Vancouver, menggunakan kursi roda, ia mendapat sambutan meriah dan standing ovation dari para pendukung.
Meski kemudian kalah 1-2 dari Swiss, Kanada tetap lolos ke babak gugur sebagai runner-up Grup B dan melanjutkan perjalanan mereka di Piala Dunia 2026.
Sanksi lima pertandingan yang diterima Madibo tergolong berat, namun belum menjadi hukuman paling keras yang pernah dijatuhkan FIFA dalam sejarah Piala Dunia.
Salah satu kasus paling terkenal terjadi pada Piala Dunia 2014 di Brasil ketika penyerang Uruguay, Luis Suárez, dijatuhi larangan bermain selama sembilan pertandingan internasional serta dilarang terlibat dalam seluruh aktivitas sepak bola selama empat bulan setelah menggigit bek Italia Giorgio Chiellini. (faw/but)






