Ringkasan Berita:
- Nama Elim Tyu Samba mulai mencuat setelah Samanhudi Anwar dikabarkan mundur dari jabatan Ketua KONI Kota Blitar.
- Elim menegaskan akan menghormati seluruh proses organisasi yang berlaku.
- Ia mengaku siap apabila mendapat amanah untuk memimpin KONI Kota Blitar.
- Elim menilai siapapun berhak menjadi Ketua KONI selama melalui mekanisme yang ditentukan cabang olahraga.
Blitar (beritajatim.com) – Dinamika kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Blitar mulai menjadi perhatian publik setelah muncul kabar pengunduran diri Samanhudi Anwar dari jabatan ketua. Di tengah berkembangnya isu tersebut, nama Elim Tyu Samba mulai ramai disebut sebagai salah satu figur yang berpeluang melanjutkan kepemimpinan organisasi olahraga tersebut.
Munculnya nama Elim memicu berbagai spekulasi di kalangan pegiat olahraga dan masyarakat. Sejumlah pihak menilai kemunculan namanya merupakan bagian dari dinamika organisasi yang wajar, sementara sebagian lainnya mengaitkan dengan proses suksesi yang mulai menghangat di internal KONI Kota Blitar.
Menanggapi isu yang berkembang, Elim memilih bersikap hati-hati. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini masih terdapat Surat Keputusan (SK) yang menetapkan Samanhudi Anwar sebagai Ketua KONI Kota Blitar sehingga seluruh pihak perlu menghormati proses organisasi yang berlaku.
“Oh, eh kalau kami sesuai prosedur saja nggih. Kalau memang diperkenankan kami berkomentar, tentu saja kami tidak ada komentar apa pun sebelum ada penetapan. Kemarin sudah dikeluarkan SK yang terbaru. Ada Ketua KONI yaitu Bapak Samanhudi Anwar, mari kita hargai proses tersebut,” ungkap Elim saat dikonfirmasi, Selasa (23/06/2026).
Meski demikian, Elim mengakui bahwa apabila pengunduran diri Samanhudi benar-benar terjadi, maka proses pergantian kepemimpinan harus tetap berjalan sesuai aturan dan mekanisme organisasi.
“Namun, mungkin jika beliau memang berkenan untuk mundur, ya harus kita ikuti bagaimana prosesnya sesuai prosedur, gitu,” tambahnya.
Pernyataan tersebut semakin menarik perhatian ketika Elim ditanya mengenai kemungkinan dirinya mendapat amanah untuk memimpin KONI Kota Blitar. Ia menegaskan siap menerima tanggung jawab tersebut apabila memang dipercaya oleh organisasi.
“Kami sesuai amanah. Jika kami diberi amanah tersebut, tentu saja kami harus siap dan itu merupakan amanah sekaligus tanggung jawab yang besar bagi kami. Karena ini semua semata-mata untuk kebaikan Kota Blitar,” tegasnya.
Pernyataan kesiapan tersebut dinilai sebagai sinyal bahwa Elim tidak menutup kemungkinan untuk mengambil peran lebih besar dalam kepengurusan KONI Kota Blitar apabila proses organisasi mengarah ke sana.
Meski demikian, Elim menegaskan bahwa legitimasi kepemimpinan KONI tetap berada di tangan cabang olahraga (cabor) melalui mekanisme yang berlaku. Karena itu, ia mengaku akan menghormati siapapun yang nantinya terpilih memimpin organisasi tersebut.
“Saya tidak pernah membahas siapa pun, siapa pun bisa menjadi Ketua KONI Kota Blitar. Nah, sesuai prosedurnya jika ada pemilihan-pemilihan melalui cabor-cabor, ya kita hormati itu dan ikuti itu. Jika sudah selesai proses tersebut, ya kita hormati apa yang menjadi keputusan tersebut. Ini bukan berarti kami mendukung atau tidak mendukung, kami mendukung seluruh pihak yang ingin berperan di dalam kemajuan Kota Blitar ini khususnya di bidang olahraga,” pungkasnya.
Hingga saat ini belum ada keputusan resmi mengenai siapa yang akan memimpin KONI Kota Blitar apabila proses pengunduran diri Samanhudi Anwar benar-benar berlanjut. Namun mencuatnya nama Elim Tyu Samba menunjukkan bahwa dinamika suksesi di tubuh organisasi olahraga tersebut mulai menjadi perhatian menjelang proses penentuan kepemimpinan berikutnya. [owi/beq]






