Pamekasan (beritajatim.com) – Kampung nelayan di Dusun Mayang, Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Madura, memang pantas mendapat julukan ‘kampung gila bola’ ketika gelaran Piala Dunia 2026 berlangsung. Antusiasme warga terhadap sepak bola begitu tinggi hingga aktivitas melaut yang menjadi mata pencaharian utama mereka rela ditinggalkan sementara waktu.
Setiap kali pertandingan tim favorit mereka digelar, warga berbondong-bondong berkumpul di rumah-rumah maupun lokasi nonton bareng yang disediakan masyarakat setempat. Suasana kampung yang biasanya dipenuhi aktivitas nelayan berubah menjadi lautan sorak-sorai pendukung sepak bola.
Tak sedikit nelayan yang memilih menunda keberangkatan ke laut atau mempercepat pekerjaannya agar tidak ketinggalan menyaksikan laga tim pujaan mereka. Bagi warga Dusun Mayang, momen Piala Dunia merupakan ajang yang sangat dinantikan dan hanya datang setiap empat tahun sekali.
“Kalau sudah Piala Dunia, kami lebih memilih menonton pertandingan daripada melaut. Rezeki bisa dicari besok, tapi pertandingan tim favorit belum tentu bisa diulang,” kata salah seorang warga setempat, Darus, Senin (22/6/2026).
Kecintaan masyarakat terhadap sepak bola bahkan telah menjadi tradisi turun-temurun. Dukungan terhadap tim-tim unggulan dunia selalu terlihat dari atribut, bendera, hingga berbagai kegiatan nonton bareng yang berlangsung meriah sepanjang turnamen.
Fenomena tersebut menggambarkan sebuah julukan yang menggambarkan betapa besarnya gairah warga terhadap olahraga paling populer di dunia tersebut. Saat Piala Dunia bergulir, sepak bola seolah menjadi pemersatu seluruh warga, melampaui kesibukan sehari-hari mereka sebagai nelayan.
“Meskipun sekarang musim ikan (musim panen bagi para nelayan), kalau Argentina main kita sempatkan nonton sejenak. Bahkan ada yang tidak melaut jika tim jagoan sedang bermain,” sambung pria yang memiliki tim favorit dari Amerika Latin dan Eropa.
Salah satu warga lainnya, Zainuddin menyampaikan jika daerahnya sengaja memasang bendera tim kontestan ajang lima tahunan, sebagian besar warga menjadikan Argentina sebagai tim favorit karena keberadaan sosok Lionel Messi. “Kami sudah dukung Argentina sejak 2022 saat menjadi juara dunia di Qatar, kami yakin kali ini Argentina kembali keluar sebagai juara,” pungkasnya.
Pada gelaran Piala Dunia sebelumnya, terdapat beberapa daerah di Pamekasan, yang juga memasang pernah pernik Piala Dunia dan dikatagorikan sebagai ‘Kampung Bola’. Semisal di Desa Tentenan, Kecamatan Larangan, Pamekasan. Namun kali ini tidak lagi menggelar hal serupa dengan alasan beragam. [pin/but]






