Surabaya (beritajatim.com) – Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur mulai mematangkan persiapan menghadapi Pra Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) dan PON XXII 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Sebanyak 40 atlet potensial kini dipersiapkan untuk mengikuti Program Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Jawa Timur.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang IPSI Jatim dalam menjaga tradisi prestasi pencak silat Jawa Timur di tingkat nasional.
Persiapan itu dibahas dalam pertemuan yang dihadiri atlet, pelatih, dan jajaran pengurus IPSI kabupaten/kota se-Jawa Timur di Hotel Elmi Surabaya, Minggu (22/6/2026).
Ketua Pengprov IPSI Jawa Timur, Bambang Haryo Soekartono, menegaskan pembinaan akan difokuskan kepada atlet-atlet berprestasi, namun atlet potensial lainnya tetap mendapatkan kesempatan untuk berkembang melalui sistem pembinaan berkelanjutan.
“Kami membina atlet yang berprestasi. Sementara yang belum berprestasi akan terus dibina oleh Pengprov. Nantinya akan ada sistem promosi dan degradasi sehingga persaingan tetap hidup dan prestasi terus meningkat,” ujarnya.
Menurut Bambang, seluruh atlet yang masuk dalam proyeksi Puslatda wajib menjalani proses standarisasi sesuai arahan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur. Standarisasi tersebut mencakup aspek fisik, teknik, mental, hingga pola latihan yang diterapkan.
“Semua atlet ini harus distandarisasikan, mulai dari sisi kekuatan fisik, teknik, hingga mentalnya. Termasuk juga standarisasi tingkat provinsi untuk pola pelatihannya,” ujar perwakilan Pengprov usai kegiatan.
Proses standarisasi tersebut diharapkan mampu menciptakan keseragaman kualitas atlet di seluruh daerah. Setelah kembali ke kabupaten dan kota masing-masing, para atlet dituntut mampu meningkatkan kemampuan mereka di atas standar minimal yang telah ditetapkan.
Selain pembinaan internal, IPSI Jatim juga menyiapkan sejumlah agenda kompetisi sebagai bagian dari proses seleksi dan peningkatan kualitas atlet. Dua kejuaraan besar, yakni Piala Gubernur dan Piala Kapolda, telah mendapat dukungan untuk diselenggarakan dalam waktu dekat.
Kedua ajang tersebut akan berfungsi sebagai Seleksi Daerah (Selekda) untuk menjaring atlet-atlet terbaik yang nantinya diproyeksikan masuk dalam skuad utama Jawa Timur menuju Puslatda dan persiapan Pra-PON.
Turnamen tersebut dinilai penting untuk mengasah mental bertanding sekaligus memperluas kesempatan bagi atlet-atlet daerah menunjukkan kemampuan mereka di level provinsi.
Pengprov IPSI Jatim juga membuka peluang pelaksanaan program try out ke luar daerah maupun luar negeri sebagaimana usulan dari Ketua KONI Jawa Timur. Program tersebut diharapkan mampu mengukur kemampuan atlet saat menghadapi lawan dengan karakter dan kualitas yang berbeda.
Langkah-langkah tersebut disusun sebagai bagian dari persiapan jangka panjang menuju PON XXII tahun 2028. Jawa Timur sendiri memiliki tradisi kuat dalam cabang olahraga pencak silat dan selalu menjadi salah satu daerah penyumbang medali nasional.
Menghadapi target yang diberikan KONI Jatim, IPSI Jawa Timur mengaku optimistis dapat memenuhi harapan tersebut.
“Kami ditarget oleh Bapak Ketua KONI harus bisa mendapatkan minimal empat medali emas. Insyaallah, dengan persiapan yang matang ini, kami bisa mencapainya,” pungkas Bambang.
Dengan sistem pembinaan yang lebih terukur, standarisasi atlet, serta kompetisi yang berkelanjutan, IPSI Jatim berharap mampu melahirkan pesilat-pesilat berprestasi yang tidak hanya berjaya di tingkat nasional, tetapi juga berpotensi mengharumkan nama Indonesia di level internasional. (ted)






