Magetan (beritajatim.com) – Peringatan Bulan Bung Karno 2026 di Kabupaten Magetan diisi dengan aksi nyata oleh kader PDI Perjuangan. Melalui Gerakan Merawat Pertiwi, kader partai berlambang banteng itu turun langsung ke berbagai wilayah untuk melakukan kegiatan sosial, pelestarian lingkungan, hingga perawatan situs budaya dan sejarah.
Kegiatan yang digelar sepanjang Juni tersebut melibatkan kader di seluruh kecamatan di Kabupaten Magetan. Berbeda dengan peringatan yang identik dengan diskusi atau seremoni, kali ini semangat ajaran Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, diwujudkan melalui kerja nyata di tengah masyarakat.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan, Diana Sasa, mengatakan Bulan Bung Karno menjadi momentum untuk mengaktualisasikan nilai-nilai yang diwariskan sang proklamator, khususnya terkait gotong royong, kecintaan terhadap tanah air, dan keberpihakan kepada rakyat.
“Kalau kita belajar ajaran Bung Karno, jangan hanya pidato dan kutipan-kutipan saja. Bung Karno mengajarkan keberpihakan kepada rakyat dan kecintaan kepada tanah air. Itu harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” kata Diana.
Melalui Gerakan Merawat Pertiwi, setiap Pengurus Anak Cabang (PAC) diberi keleluasaan menentukan bentuk kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi wilayah masing-masing. Hasilnya, beragam aksi sosial dan lingkungan dilakukan secara serentak di berbagai daerah.
Sejumlah PAC menggelar kegiatan membersihkan sungai, menanam pohon, merawat sumber mata air, membersihkan taman desa, melakukan susur sungai, hingga menabur benih ikan di aliran sungai. Selain itu, terdapat pula kerja bakti membersihkan punden dan makam leluhur, pengecatan monumen serta tugu Pancasila, perbaikan fasilitas umum, hingga pemberian bantuan kepada warga yang membutuhkan.
Menurut Diana, keberagaman kegiatan tersebut memiliki satu tujuan yang sama, yakni menjaga lingkungan, merawat warisan budaya, serta memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
“Bentuknya bermacam-macam, tetapi ruhnya sama, yaitu merawat pertiwi. Ada yang menjaga lingkungan, ada yang merawat situs sejarah dan budaya, ada yang membantu sesama. Semua berangkat dari semangat gotong royong,” ujarnya.
Gerakan tersebut dinilai relevan dengan berbagai tantangan yang dihadapi daerah saat ini. Isu berkurangnya sumber air bersih, kerusakan lingkungan, hingga mulai memudarnya budaya gotong royong menjadi perhatian yang perlu direspons bersama oleh seluruh elemen masyarakat.
Karena itu, Diana menegaskan bahwa menjaga lingkungan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Partai politik, organisasi masyarakat, maupun warga memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga kelestarian alam dan ruang hidup bersama.
“Merawat lingkungan itu bukan urusan pemerintah saja. Partai politik juga harus hadir. Kader harus memberi contoh bahwa menjaga sungai, menjaga pohon, menjaga sumber air, itu bagian dari mencintai tanah air,” katanya.
Aksi yang dilakukan para kader juga diharapkan mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga sumber daya alam dan warisan budaya lokal yang selama ini menjadi identitas desa-desa di Magetan.
Di sisi lain, perawatan punden, makam leluhur, serta monumen bersejarah dinilai turut berkontribusi dalam menjaga memori kolektif masyarakat dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan yang diwariskan para pendahulu.
Diana berharap Gerakan Merawat Pertiwi tidak berhenti sebagai agenda rutin yang hanya muncul setiap Bulan Bung Karno. Ia ingin semangat yang dibangun melalui kegiatan tersebut tumbuh menjadi budaya yang terus hidup dan dilakukan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
“Kita ingin semangat merawat pertiwi ini menjadi gerakan bersama. Karena sesungguhnya tanah air ini tidak hanya diwariskan oleh leluhur kepada kita, tetapi juga dipinjamkan untuk anak cucu kita di masa depan,” pungkasnya.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat semakin memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan dan warisan budaya daerah. Dengan semangat gotong royong yang terus dipelihara, Gerakan Merawat Pertiwi diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun kepedulian sosial sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam bagi generasi mendatang. [fiq/aje]






