Blitar (beritajatim.com) — Tepat pada hari wafatnya Sang Proklamator, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar menggelar Upacara Ziarah Nasional yang khidmat dalam rangka memperingati Haul ke-56 Ir. Soekarno, Minggu (21/6/2026). Berpusat di Makam Bung Karno, Kota Blitar, upacara ini menjadi puncak dari rangkaian Bulan Bung Karno sekaligus momentum refleksi kebangsaan bagi seluruh elemen masyarakat.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, dalam sambutannya menyoroti bagaimana rangkaian peringatan ini telah disusun untuk memberikan penghormatan tertinggi kepada Bapak Bangsa.
“Untuk seremoninya kan afdolnya tanggal 1, ditutup dengan upacara ziarah-ziarah seremoni haulnya seperti itu,” ujar Syauqul Muhibbin.
Lebih lanjut, Wali Kota yang akrab disapa Mas Ibbin ini mengajak hadirin untuk mengenang filosofi puitis di balik perjalanan hidup Sang Proklamator. Ia mengingatkan kembali mengapa Presiden Pertama RI tersebut begitu identik dengan julukan yang melegenda.
“Ya, sebenarnya beliau semasa hidupnya itu, Bung Karno itu kan lahir pada saat fajar menyingsing ya. Makanya kemudian disebut Putra Sang Fajar. Kemudian meninggal pun beliau juga pagi hari ya,” tuturnya merenung.
Dalam kapasitasnya sebagai kepala daerah dari “Bumi Bung Karno”, Syauqul menegaskan pandangannya mengenai ketokohan Ir. Soekarno yang melampaui batas-batas negara. Ia menyebut bahwa rekam jejak perjuangan Bung Karno sangat luar biasa dan hingga kini belum ada figur lain di Nusantara yang mampu menandingi level ketokohannya.
“Jadi saya kira, saya sering bilang bahwa sepanjang zaman kenusantaraan ini masih belum ada yang mirip-mirip atau sekelas dengan beliau ya. Begitu luar biasa dalam karir semasa hidupnya. Nah, itu kita harus akui bahwa Bung Karno ini adalah sekelas tokoh internasional atau tokoh dunia, bukan hanya tokoh Indonesia,” tegas Syauqul.
Oleh karena itu, Syauqul menekankan bahwa keberadaan Makam Bung Karno di Blitar harus dimaknai lebih dari sekadar ikon kota, melainkan sebagai kebanggaan sejati sekaligus pemantik semangat bagi warganya. Ia menaruh harapan besar agar setiap rangkaian peringatan di bulan Juni tidak hanya sekadar seremonial, tetapi menjadi rahim bagi lahirnya para pemimpin masa depan.
“Maka dari itu, ya kita sebagai generasi penerus, masyarakat, warga semuanya, patut berbangga ya, apalagi warga Kota Blitar karena beliau dimakamkan di sini. Semoga setiap peringatan haul beliau, peringatan Bulan Juni, senantiasa menginspirasi sekaligus bisa melahirkan tokoh-tokoh nasional maupun internasional, dan kami berharap nanti ada generasi penerus yang bisa sekelas beliau yang kelasnya adalah internasional,” pungkasnya.
Peringatan Haul ke-56 Ir. Soekarno di Kota Blitar tahun ini kembali menegaskan komitmen pemerintah daerah dan masyarakat setempat untuk terus menjaga, merawat, serta mewariskan api semangat ajaran dan cita-cita Bung Karno kepada generasi penerus bangsa. (owi/aje)






