Ringkasan Berita
- Warga Ploso, Jombang menggelar doa bersama haul ke-56 Bung Karno di lokasi yang diklaim sebagai rumah kelahirannya.
- Acara diisi pelepasan balon dan kegiatan lukis on the spot yang melibatkan pelukis Jombang di sejumlah situs sejarah.
- Panitia dan tokoh sejarah mendorong penetapan rumah kelahiran Bung Karno di Ploso sebagai cagar budaya nasional.
Jombang (beritajatim.com) – Warga Kecamatan Ploso, Jombang, menggelar doa bersama dalam rangka memperingati haul ke-56 Presiden pertama RI Sukarno atau Bung Karno, Minggu (21/6/2026). Kegiatan tersebut dipusatkan di halaman rumah yang diklaim sebagai lokasi kelahiran Sang Proklamator, tepatnya di Gang Buntu, Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso.
Selain doa bersama, rangkaian acara juga diisi dengan pelepasan balon bertuliskan ‘Soekarno Ploso 1902’ serta kegiatan seni lukis ‘on the spot’ yang melibatkan para pelukis dari Jombang. Para peserta melukis di sejumlah titik bersejarah, seperti rumah kelahiran Bung Karno, Sekolah Ongko Loro, pohon Ploso, hingga pohon Lo, yang menjadi bagian dari lanskap sejarah lokal.
Ketua panitia dari Arek Gang Buntu Bersatu (Argab), Azamil Ghoni, menyampaikan harapan agar peringatan haul ini dapat menghidupkan kembali semangat kebangsaan yang diwariskan Bung Karno kepada generasi sekarang dan mendatang.
Ia juga menekankan pentingnya pengakuan resmi terhadap situs rumah kelahiran Bung Karno di Ploso sebagai cagar budaya. “Panitia berusaha optimal menyukseskan kegiatan ini dengan melibatkan warga, perangkat desa, komunitas sejarah dan para pelukis Jombang,” kata Azamil Ghoni.
Sementara itu, Pembina Situs Persada Soekarno Kediri, RM Kuswartono, mengingatkan bahwa peringatan haul ke-56 ini merupakan bagian dari upaya merawat memori sejarah kolektif bangsa Indonesia. Ia menegaskan bahwa kegiatan yang dipusatkan di Titik Nol Soekarno di Ploso menjadi pengingat bahwa Presiden RI pertama lahir di wilayah tersebut pada 6 Juni 1902.
“Selain itu, acara ini berpusat di Titik Nol Soekarno di Ploso untuk lebih mengingatkan kepada masyarakat bahwa Presiden RI pertama lahir di Ploso, Jombang, 6 Juni 1902,” ujar Kuswartono.
Kepala Desa Rejoagung, Sugeng, turut menyampaikan dukungan dan apresiasi atas kegiatan yang digelar warga. Ia menilai kegiatan tersebut memiliki nilai penting dalam memperkuat identitas sejarah desa.
Inisiator Titik Nol Soekarno, Binhad Nurrohmat, juga menilai bahwa keterlibatan masyarakat dalam kegiatan di kawasan tersebut semakin meningkat. Ia menyoroti partisipasi anak-anak hingga para pelukis dalam memeriahkan peringatan haul.
“Kali ini dalam peringatan haul Presiden Soekarno ke-56, melibatkan anak-anak untuk pelepasan balon Sukarno ke angkasa dan antusiasme 10 pelukis Jombang, Yus Harris dkk, melukis on the spot, melukis di Situs Lahir Soekarno di Ploso dan situs-situs sejarah Soekarno lainnya di Ploso,” papar Binhad Nurrohmat.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang doa dan refleksi sejarah, tetapi juga memperkuat upaya pelestarian situs kelahiran Bung Karno di Ploso sebagai bagian penting dari memori kebangsaan Indonesia. [suf]






