Ringkasan Berita:
- Turnamen Tenis Meja 2026 di Gresik digelar di Gressmall dan menampilkan pertandingan lintas generasi dari pelajar SD hingga peserta usia 70 tahun ke atas.
- Ajang ini merupakan kolaborasi Gressmall dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik yang menekankan pembinaan karakter dan sportivitas.
- Antusiasme penonton tinggi dengan pertandingan penuh aksi cepat, smes tajam, dan strategi permainan yang menarik perhatian publik.
Gresik (beritajatim.com) – Atmosfer Gressmall di Kabupaten Gresik mendadak bergemuruh saat Turnamen Tenis Meja 2026 digelar di lantai 1 pusat perbelanjaan tersebut. Ajang ini menghadirkan pertarungan seru lintas generasi, mulai dari atlet tingkat sekolah dasar hingga kategori ganda umum usia 70 tahun ke atas, yang menjadikan kompetisi berlangsung unik dan penuh sorotan publik.
Turnamen yang digelar melalui kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik ini menghadirkan tiga kategori utama, yakni tunggal SD se-Kabupaten Gresik, tunggal U-17, serta ganda umum usia minimal 70 tahun. Perpaduan kategori tersebut membuat suasana pertandingan terasa istimewa karena mempertemukan energi muda dengan pengalaman para atlet senior.
Sejak pertandingan dimulai, arena di Gressmall dipadati penonton yang antusias. Sorak-sorai pecah setiap kali reli cepat terjadi, disusul smes keras dan strategi permainan jarak dekat yang memancing decak kagum. Para peserta tidak hanya bertanding untuk meraih kemenangan, tetapi juga menunjukkan disiplin, fokus, serta sportivitas tinggi di setiap laga.
Pihak penyelenggara menegaskan bahwa turnamen ini tidak semata-mata menjadi ajang kompetisi, melainkan juga sarana pembinaan karakter melalui olahraga. Tenis meja dinilai mampu melatih kecepatan berpikir, koordinasi, konsentrasi, hingga kemampuan mengambil keputusan di bawah tekanan.
General Manager Gressmall, Erich Pramono Bangun, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sosial pusat perbelanjaan dalam menghadirkan ruang publik yang positif.
“Turnamen ini bukan hanya soal siapa yang menang, tetapi bagaimana kita membangun karakter, sportivitas, dan semangat berprestasi sejak dini,” ujarnya, Minggu (21/6/2026).
Ia menambahkan bahwa ruang-ruang seperti ini penting untuk memberi kesempatan generasi muda berkembang secara sehat, aktif, dan inspiratif di lingkungan yang mendukung.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, S. Hariyanto, menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak hanya dibentuk di ruang kelas, tetapi juga melalui aktivitas non-akademik seperti olahraga.
“Turnamen ini tidak hanya menjadi arena kompetisi, tapi juga menjelma menjadi ruang silaturahmi antara pelajar, komunitas olahraga, orang tua, hingga masyarakat umum dari berbagai wilayah Jawa Timur,” tuturnya.
Kolaborasi antara dunia pendidikan dan ruang publik modern ini kembali menunjukkan bahwa olahraga mampu menjadi jembatan kuat dalam membangun generasi yang berprestasi, berkarakter, dan berdaya saing tinggi. [dny/suf]






