Ringkasan Berita
- Wali Kota Kediri membuka Konferensi IGTKI-PGRI Kota Kediri 2026.
- Konferensi menjadi forum evaluasi dan pemilihan kepengurusan baru.
- Pemkot menegaskan pentingnya penguatan kualitas pendidikan usia dini.
- MM Novita Dwi terpilih sebagai Ketua IGTKI-PGRI periode 2026–2031.
Kediri (beritajatim.com) – Wali Kota Kediri sekaligus Bunda PAUD Kota Kediri, Vinanda Prameswati, membuka Konferensi IGTKI-PGRI Kota Kediri yang berlangsung di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Sabtu (20/6/2026).
Forum yang mengusung tema “Optimalisasi Partisipasi Semesta IGTKI-PGRI Kota Kediri Dalam Mewujudkan Pendidikan Anak Usia Dini yang Bermutu di Kota Kediri” tersebut menjadi momentum evaluasi organisasi sekaligus penguatan komitmen meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.
Dalam kesempatan itu, Vinanda menegaskan bahwa pendidikan usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter, kreativitas, dan kesiapan belajar anak menghadapi tantangan masa depan.
Apresiasi Pengurus IGTKI-PGRI Periode 2021–2026
Mbak Wali menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus IGTKI-PGRI Kota Kediri masa bakti 2021–2026 yang dinilai telah memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan pendidikan anak usia dini di Kota Kediri.
Menurutnya, selama lima tahun terakhir organisasi tersebut telah menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Kediri dalam memperkuat kualitas layanan pendidikan bagi anak-anak usia dini.
“Atas nama Pemerintah Kota Kediri dan selaku Bunda PAUD Kota Kediri, saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus IGTKI-PGRI Kota Kediri masa bakti 2021–2026 atas dedikasi, pengabdian, dan kontribusi yang telah diberikan selama lima tahun terakhir,” ujarnya.
Ia menilai berbagai program yang dijalankan berhasil menciptakan ruang belajar yang menyenangkan sekaligus meningkatkan kapasitas para pendidik.
Hadirkan Beragam Program Kreatif
Vinanda menyoroti sejumlah program dan inovasi yang telah dijalankan IGTKI-PGRI Kota Kediri selama periode kepengurusan sebelumnya.
Beberapa kegiatan yang mendapat apresiasi antara lain Jambore Pra Siaga di Omah Sawah yang berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kota Kediri, Apresiasi Dedikasi Guru, Gebyar Membatik PAUD, Smart Workshop, hingga Larasati atau Lomba Karya Seni dan Kreativitas Anak.
Menurutnya, program-program tersebut menunjukkan bahwa pendidikan anak usia dini dapat dikemas secara kreatif, menyenangkan, dan bermakna bagi perkembangan anak.
“Seluruh kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan anak usia dini dapat dikemas secara kreatif, menyenangkan, dan bermakna bagi tumbuh kembang anak,” ungkapnya.
Konferensi Jadi Momentum Regenerasi Organisasi
Selain menjadi forum pertanggungjawaban kepengurusan, konferensi ini juga menjadi wadah evaluasi terhadap berbagai program yang telah dijalankan selama lima tahun terakhir.
Melalui forum tersebut, anggota organisasi juga memilih kepengurusan baru yang akan memimpin IGTKI-PGRI Kota Kediri periode 2026–2031.
Mbak Wali berharap proses regenerasi organisasi berjalan lancar dan menghasilkan kepengurusan yang mampu membawa organisasi semakin maju serta adaptif terhadap perkembangan zaman.
Menurutnya, keberhasilan organisasi profesi guru akan berpengaruh langsung terhadap kualitas pendidikan yang diterima anak-anak usia dini.
Tantangan Pendidikan Anak Semakin Kompleks
Dalam sambutannya, Vinanda mengingatkan bahwa tantangan pendidikan anak usia dini ke depan akan semakin besar.
Anak-anak yang saat ini belajar di jenjang PAUD akan tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat serta perubahan sosial yang terus berlangsung.
Karena itu, pendidikan usia dini tidak cukup hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga harus membangun karakter, kemampuan komunikasi, kreativitas, kemandirian, dan kemampuan bersosialisasi.
Bekal tersebut dinilai penting agar anak mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan yang akan mereka hadapi di masa depan.
Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
Mbak Wali juga menyinggung kebijakan pemerintah pusat mengenai Wajib Belajar 13 Tahun yang diawali dengan Wajib Belajar 1 Tahun PAUD sebelum memasuki pendidikan dasar.
Menurutnya, kebijakan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan anak usia dini kini semakin diakui sebagai fondasi utama keberhasilan pendidikan pada jenjang berikutnya.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kediri telah menyatakan komitmen mendukung implementasi program tersebut bersama seluruh pemangku kepentingan.
Komitmen tersebut membutuhkan peran aktif organisasi profesi seperti IGTKI-PGRI yang berada di garis depan pendidikan anak usia dini.
Pesan untuk Kepengurusan Baru
Vinanda menitipkan sejumlah pesan kepada pengurus IGTKI-PGRI Kota Kediri yang akan memimpin organisasi pada periode berikutnya.
Ia berharap kepengurusan baru terus memperkuat kualitas pembelajaran, meningkatkan kompetensi pendidik, memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, serta mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pendidikan usia dini.
“Saya menitipkan pesan kepada kepengurusan IGTKI-PGRI periode berikutnya agar dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Teruslah memperkuat kualitas pembelajaran, meningkatkan kompetensi para pendidik, memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, serta mengajak masyarakat untuk semakin memahami pentingnya pendidikan anak usia dini,” pungkasnya.
MM Novita Dwi Terpilih Pimpin IGTKI-PGRI
Dalam konferensi tersebut, MM Novita Dwi terpilih sebagai Ketua IGTKI-PGRI Kota Kediri periode 2026–2031.
Selain agenda pemilihan ketua, acara juga diisi dengan penyerahan tali asih kepada para pengurus IGTKI-PGRI Kota Kediri periode 2021–2026 sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka selama masa pengabdian.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua IGTKI-PGRI Provinsi Jawa Timur Muji Dwi Sriwilujeng, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Samsul Bahri, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Mandung Sulaksono, Ketua PGRI Kota Kediri Anang Kurniawan, Ketua IGTKI-PGRI Kota Kediri periode 2021–2026 Dyah Mujiati, Ketua Himpaudi Wiwik Tatik, para pengawas TK, serta peserta konferensi dari berbagai lembaga pendidikan anak usia dini di Kota Kediri. [nm/kun]






