RINGKASAN BERITA:
- Sebanyak 17 jemaah haji asal Kabupaten Jombang menerima bantuan dana sosial dari Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA).
- Bantuan didistribusikan secara nasional sebesar USD 190.000 atau Rp3,3 miliar untuk jemaah prasejahtera.
- Menhaj Mochamad Irfan Yusuf menyambut langsung kedatangan Kloter 62 dan 63 di Pendopo Kabupaten Jombang.
- Tercatat 1.259 jemaah Jombang sukses kembali ke tanah air, sementara empat jemaah dilaporkan wafat di tanah suci.
Jombang (beritajatim.com) — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI terus mengawal secara ketat fase pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama hingga tiba di daerah asal dengan selamat.
Dalam prosesi penyambutan di Pendopo Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada Kamis (18/6/2026), sebanyak 17 jemaah haji setempat yang masuk kategori prasejahtera resmi menerima bantuan dana sosial khusus dari Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA).
Pemberian dana hibah tersebut merupakan bagian dari komitmen bilateral dukungan Pemerintah UEA melalui yayasan kemanusiaan resmi, yang kemudian disalurkan secara kolektif oleh Kemenhaj RI.
Untuk skala nasional, total bantuan yang dikucurkan menyentuh angka USD 190.000 atau setara dengan Rp3,3 miliar, yang dialokasikan khusus bagi 160 jemaah haji Indonesia yang paling membutuhkan intervensi ekonomi.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, pengawasan melekat tidak hanya dilakukan pada masa operasional penerbangan di bandara daker, namun dipastikan tetap berjalan hingga jemaah turun dari bus di titik debarkasi akhir.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa akurasi data penerima bantuan telah melalui proses verifikasi dan penilaian faktual yang ketat di lapangan agar tepat sasaran. Prioritas utama ditujukan bagi jemaah mandiri yang bekerja di sektor informal dengan penghasilan harian rendah.
“Mereka yang beruntung adalah jemaah haji yang membutuhkan. Dari Jombang, tadi saya lihat ada pedagang kerupuk, pedagang asongan, pedagang es di pinggir jalan,” ujar Menhaj Mochamad Irfan Yusuf di Pendopo Kabupaten Jombang.
“Bantuan ini diberikan sesuai dengan siapa yang memerlukannya,” lanjut Menhaj.
Arus kedatangan ratusan jemaah yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 62 dan 63 ini disambut langsung secara khidmat oleh Menhaj bersama Bupati Jombang Warsubi.
Menhaj memberikan ucapan selamat datang sekaligus mengapresiasi ketahanan fisik dan mental jemaah selama menyelesaikan rangkaian rukun Islam kelima di Makkah maupun Madinah.
“Kami mengucapkan selamat datang kembali kepada seluruh jemaah haji. Alhamdulillah Bapak dan Ibu telah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji dan kembali ke Tanah Air. Semoga seluruh amal ibadah diterima Allah SWT, menjadi haji yang mabrur, serta membawa keberkahan bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” kata Menhaj.
Di lokasi yang sama, Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Jombang, Ilham Rohim, memaparkan dinamika data pemulangan berskala lokal. Dari total keseluruhan jemaah asal Jombang yang bertolak ke tanah suci sebanyak 1.263 jemaah, kini sebanyak 1.259 jemaah telah sukses kembali ke tanah air secara bertahap.
Namun, suasana haru juga menyelimuti evaluasi musim haji kali ini menyusul adanya laporan duka cita mengenai kondisi jemaah yang meninggal dunia selama masa operasional berlangsung.
“Sementara itu, terdapat empat jemaah haji asal Jombang wafat saat menunaikan ibadah haji di Tanah Suci,” jelas Ilham Rohim.
Kemenhaj berkomitmen memastikan penanganan hak-hak jemaah yang wafat, termasuk asuransi dan pengiriman barang bawaan, diselesaikan dengan cepat.
Secara umum, manajemen pemulangan jemaah haji Indonesia dipastikan tetap mengedepankan aspek keamanan, kenyamanan, serta ketertiban hingga seluruh kloter rampung terdegradasi ke wilayah masing-masing di tanah air. [ian/MCH]






