Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Airlangga (Unair) bergerak cepat mengusut peredaran video mesum yang melibatkan mahasiswanya dengan menyerahkan kasus tersebut ke Komisi Etik.
Pihak rektorat memastikan penyelidikan berjalan objektif dan profesional. Kampus bahkan telah memanggil orang tua mahasiswa yang terekam dalam video tersebut untuk mendalami latar belakang perilakunya.
“Orang tua juga diperiksa. Karena anak ini masih berada di pengawasan orang tua, makanya kami datangkan untuk pendalaman perilakunya,” kata Ketua Pusat Hubungan Masyarakat dan Protokol Unair, Pulung Siswantara, Jumat (19/6/2026).
Pemeriksaan kampus tidak hanya berhenti pada pemeran di dalam rekaman video tersebut. Tim pemeriksa juga memburu pihak yang merekam serta menyebarkan konten itu ke ranah publik.
“Tentunya semua pihak yang mengambil atau mengedarkan video juga akan kami periksa semuanya,” tegasnya.
Pulung menambahkan, aktivitas perkuliahan mahasiswa yang bersangkutan saat ini terhenti karena memang masa liburan. Namun, sanksi tegas dari rektorat akan segera dijatuhkan setelah proses pendalaman oleh tim rampung.
“Sanksi akan dikeluarkan oleh Komisi Etik setelah pemeriksaan selesai. Kami tidak menoleransi segala bentuk pelanggaran aturan maupun etika,” pungkas Pulung.
Seperti diketahui, sebuah video asusila berdurasi 2 menit 15 detik beredar luas di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Pemeran adegan tak pantas dalam video itu merupakan mahasiswa Unair. [ipl/suf]






