Situbondo (beritajatim.com) – Sebuah rumah kosong di Desa/Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, ambruk dan menimpa rumah tetangganya pada Jumat (19/6/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Akibat kejadian tersebut, dua orang mengalami luka ringan dan harus menjalani rawat jalan.
Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, menjelaskan bahwa rumah yang ambruk merupakan milik Reza (25), yang hanya sesekali ditempati. Bangunan tersebut roboh akibat kondisi konstruksi yang sudah rapuh.
“Rumah yang ambruk menimpa rumah milik Habi (61). Saat kejadian, penghuni rumah yang terdampak sedang berada di dalam kamar dan langsung berusaha menyelamatkan diri ketika mendengar suara runtuhan dari rumah sebelah,” kata Puriyono.
Korban luka ringan adalah Ivan Febriyanto (25), menantu Habi, yang mengalami lecet pada kaki akibat tertimpa material dinding dan batako. Sementara istrinya juga mengalami memar pada bagian kaki dan paha. Keduanya mendapat penanganan medis dan tidak memerlukan perawatan inap.
Puriyono menjelaskan, berdasarkan hasil asesmen BPBD, rumah milik Reza mengalami kerusakan berat dengan taksiran kerugian sekitar Rp20 juta.
Sementara rumah milik Habi mengalami kerusakan sedang pada bagian dinding dan sejumlah perabot rumah tangga, seperti kursi dan dipan, dengan nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp12 juta.
“Syukurlah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerusakan bangunan cukup signifikan sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Mendapat laporan dari warga, tim Pusdalops dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Situbondo langsung menuju lokasi untuk melakukan kaji cepat dan pendataan dampak bencana. Petugas juga berkoordinasi dengan pihak kecamatan, TNI, Polri, pemerintah desa, serta relawan setempat.
BPBD Situbondo selanjutnya akan melakukan pengkajian kebutuhan pascabencana (Jitupasna) sebagai dasar penyaluran bantuan bagi warga terdampak.
Saat kejadian, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah berawan. Selain BPBD, penanganan juga melibatkan unsur Kecamatan Asembagus, Koramil, Polsek, Tagana Dinas Sosial, pemerintah desa, dan warga sekitar. (awi/kun)






