Ringkasan Berita:
- Sebanyak 710 personel gabungan TNI-Polri disiagakan mengamankan seluruh rangkaian Suroan 2026 di Magetan.
- Pengamanan difokuskan pada malam 1 Suro, Suran Agung, pengesahan warga baru perguruan pencak silat, dan tradisi Bulan Muharram.
- Polres Magetan mengedepankan langkah preventif, deteksi dini, serta pendekatan humanis selama pengamanan.
- Aparat berharap seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Magetan (beritajatim.com) – Sebanyak 710 personel gabungan TNI-Polri disiagakan untuk mengamankan seluruh rangkaian kegiatan Suroan 2026 di Kabupaten Magetan. Pengamanan berskala besar ini dilakukan sebagai langkah antisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat selama Bulan Muharram, termasuk agenda malam 1 Suro, Suran Agung, pengesahan warga baru perguruan pencak silat, hingga berbagai tradisi budaya dan keagamaan yang diperkirakan diikuti ribuan peserta.
Kesiapan pengamanan ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Gabungan yang digelar Polres Magetan di halaman Mapolres Magetan, Senin (15/6/2026) sore.
Apel dipimpin langsung Kapolres Magetan AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa dan diikuti jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Magetan, personel Polres dan Polsek, satu SSK Yonko 471 Parako Pasgat Lanud Iswahjudi, serta satu SSK Kodim 0804/Magetan.
Kapolres Magetan mengatakan seluruh personel yang diterjunkan harus memahami bahwa tugas pengamanan merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, keamanan dan ketertiban menjadi faktor utama agar seluruh rangkaian kegiatan Bulan Muharram dapat berlangsung lancar.
“Kita bersama-sama berkumpul untuk melaksanakan tugas memberikan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat yang akan merayakan malam satu Suro atau malam Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H. Momentum pergantian tahun baru Islam ini hendaknya menjadi sarana refleksi dan koreksi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik serta lebih bermanfaat bagi sesama,” ujar AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa.
Ia menjelaskan, apel gelar pasukan menjadi tahapan awal untuk memastikan seluruh personel siap diterjunkan ke lapangan sebelum rangkaian kegiatan dimulai.
Menurutnya, kesiapan aparat sangat penting untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sejak sebelum kegiatan berlangsung, saat pelaksanaan, hingga seluruh agenda selesai.
“Apel kesiapan pengamanan yang kita laksanakan saat ini merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel agar pengamanan malam satu Suro dan seluruh rangkaian kegiatan Bulan Muharram dapat terselenggara secara optimal. Harapan kita situasi kamtibmas baik pra, saat, maupun pasca kegiatan tetap aman, tertib, dan kondusif,” tegasnya.
Pengamanan Suroan di Magetan menjadi perhatian khusus karena setiap tahun berbagai kegiatan tersebut melibatkan ribuan masyarakat, termasuk peserta dari luar daerah. Selain tradisi keagamaan, Bulan Suro juga identik dengan agenda budaya serta pengesahan warga baru perguruan pencak silat yang memerlukan pengamanan terpadu.
Karena itu, Kapolres menginstruksikan seluruh personel meningkatkan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan. Pengamanan dilakukan secara terbuka maupun tertutup dengan mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas untuk memperkuat komunikasi bersama tokoh masyarakat dan pengurus perguruan pencak silat.
Langkah preemtif dan preventif juga menjadi prioritas guna mencegah gesekan maupun gangguan kamtibmas. Selain mengawal berbagai kegiatan masyarakat, aparat diminta mengantisipasi potensi bentrokan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan wilayah.
AKBP Erik menegaskan pendekatan humanis harus menjadi pedoman utama selama pelaksanaan tugas. Menurutnya, keberhasilan pengamanan tidak hanya diukur dari situasi yang kondusif, tetapi juga dari terciptanya hubungan yang harmonis antara aparat dan masyarakat.
“Kegiatan pengamanan ini bersifat kemanusiaan. Saya minta seluruh personel melaksanakan tugas dengan penuh keikhlasan, tidak arogan, serta mengedepankan sikap persuasif dan humanis. Masyarakat Jawa meyakini bahwa menjaga keharmonisan, kedamaian, dan ketenangan selama Bulan Suro dapat membawa berkah dan keselamatan, sehingga tugas kita adalah memastikan seluruh kegiatan berjalan aman dan damai,” ujarnya.
Sinergi antara TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Magetan, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen warga dinilai menjadi kunci keberhasilan pengamanan selama Bulan Muharram. Kehadiran aparat diharapkan tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang mengikuti berbagai tradisi Suroan.
Dengan dukungan 710 personel gabungan, Polres Magetan optimistis seluruh rangkaian Suroan 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Pemantauan serta evaluasi juga akan terus dilakukan selama pelaksanaan kegiatan untuk memastikan setiap agenda masyarakat berjalan lancar tanpa mengganggu stabilitas keamanan wilayah. [fiq/beq]






