Surabaya (beritajatim.com)- Siapa yang bisa menolak semangkuk bakso hangat dengan kuah gurih yang mengepul? Di Indonesia, bakso sudah menjadi makanan favorit banyak orang.
Makanan ini mudah ditemukan, mulai dari pedagang keliling hingga restoran besar di pusat perbelanjaan. Meski sekarang ada banyak jenis bakso seperti bakso ayam, ikan, udang, hingga jamur, bakso sapi tetap menjadi pilihan utama bagi banyak orang.
Lalu, kenapa bakso sapi masih paling disukai? Padahal, bakso ikan misalnya, sering kali lebih murah karena Indonesia punya hasil laut yang melimpah. Namun bagi sebagian besar orang, bakso yang dianggap asli tetaplah bakso sapi.
Salah satu alasan utamanya adalah soal tekstur. Bakso sapi punya tekstur yang padat, dan kenyal saat digigit. Hal ini terjadi karena protein dalam daging sapi dapat menyatu dengan baik ketika diolah menjadi adonan bakso, sehingga menghasilkan kekenyalan yang khas dan sulit ditiru oleh jenis daging lain.
Selain itu, rasa dan aroma daging sapi juga memiliki daya tarik tersendiri. Daging sapi memiliki rasa yang lebih kuat dan gurih. Lemak yang meleleh saat dimasak membuat kuah kaldu terasa lebih nikmat dan aromanya menggugah selera.
Popularitas bakso sapi juga dipengaruhi oleh kebiasaan dan budaya kuliner masyarakat Indonesia sejak dulu. Selama bertahun-tahun, bakso sapi lebih sering dijadikan pilihan utama di berbagai warung makan maupun penjual kaki lima. Tidak heran jika rasa dan aroma khas daging sapi sudah melekat di lidah banyak orang.
Dalam penjelasan Food Technology and Biotechnology, jika dilihat dari sisi kesehatan, bakso ikan sebenarnya punya kelebihan karena lebih rendah lemak dan kolesterol. Namun bagi banyak orang, makan bakso bukan hanya soal sehat atau tidak, melainkan soal rasa nyaman dan kenikmatan.
Meskipun kini ada banyak pilihan bakso yang lebih murah atau lebih sehat, bakso sapi tetap menjadi primadona banyak orang. Teksturnya yang kenyal, rasa daging yang gurih, dan kuah kaldunya yang lezat membuat orang selalu ingin kembali menikmati semangkuk bakso sapi hangat, terlebih lagi saat musim hujan. [Wakhdah Alisa Berliana]






