Ringkasan berita:
- Polisi di Jombang bersiap melakukan ekshumasi terhadap makam wanita yang ditemukan tewas di kamar kos wilayah Jogoroto.
- Dugaan awal kematian korban yang disebut jatuh di kamar mandi kini diselidiki sebagai kemungkinan penganiayaan.
- RS Bhayangkara Kediri dilibatkan dalam proses ekshumasi untuk memastikan penyebab kematian korban secara forensik.
Jombang (beritajatim.com) – Kasus kematian wanita yang ditemukan meninggal dunia di kamar mandi sebuah rumah kos di wilayah Jogoroto terus mengalami perkembangan signifikan.
Aparat kepolisian kini bersiap melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam korban untuk kepentingan penyelidikan dugaan adanya tindak kekerasan sebelum korban dinyatakan meninggal dunia.
Pantauan di lokasi pada Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB menunjukkan sejumlah petugas dari Polres Jombang bersama warga memadati area pemakaman di Dusun Pajaran, Desa/Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang. Suasana di sekitar makam korban tampak dijaga ketat, sementara warga bergotong royong membantu persiapan proses pembongkaran.
Makam korban yang diketahui berinisial CH atau Khoiriyah (46), yang akrab disapa Puji, telah dipasangi garis polisi sebagai bagian dari prosedur penyelidikan. Warga sekitar juga terlihat membantu membersihkan area makam serta mendirikan tenda sebagai persiapan teknis ekshumasi.
Kapolsek Peterongan AKP Solihin Budi Santoso menjelaskan bahwa korban merupakan warga Dusun Pajaran, Desa/Kecamatan Peterongan, sedangkan lokasi kejadian penganiayaan diduga terjadi di tempat kos wilayah Jogoroto.
AKP Solihin mengungkapkan bahwa pihak kepolisian melakukan pembongkaran makam untuk memperkuat proses penyidikan dugaan penganiayaan.
“Ini untuk melengkapi penyidikan dugaan penganiayaan. Karena saat meninggal di Jogoroto, korban dikatakan terjatuh dari kamar mandi,” ujar Solihin ketika ditemui di area pemakaman korban, Minggu (14/2026).

Ia menambahkan bahwa ekshumasi dilakukan karena kematian korban dinilai mencurigakan dan membutuhkan pendalaman lebih lanjut dengan melibatkan pihak forensik.
“Karena kematiannya mencurigakan, kita wajib menelusurinya. Dalam ekshumasi ini kita libatkan RS Bhayangkara Kediri,” lanjutnya.
Proses ekshumasi ini menjadi langkah penting bagi kepolisian untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, sekaligus menguatkan dugaan adanya unsur kekerasan dalam peristiwa yang terjadi di rumah kos tersebut. [suf]






