Ringkasan Berita:
- Siswa SMK Yapanesa Gempol meraih juara pertama kategori F3K pada ajang Fun Fly Jawa Timur.
- Kompetisi menguji kemampuan merakit dan menerbangkan pesawat model di tengah tantangan cuaca.
- Sekolah memberikan dukungan penuh melalui kelas minat bakat dan pembiayaan kompetisi.
- Prestasi non-akademik diharapkan membuka peluang siswa melanjutkan pendidikan dan berkarier di bidang teknologi.
Pasuruan (beritajatim.com) – Prestasi membanggakan kembali diraih dunia pendidikan Kabupaten Pasuruan. Siswa SMK Yapanesa Gempol berhasil meraih juara pertama kategori F3K dalam ajang Fun Fly Jawa Timur, kompetisi kedirgantaraan yang mempertemukan peserta dari berbagai daerah di provinsi ini.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan minat dan bakat di bidang teknologi kedirgantaraan mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kemampuan teknis sekaligus daya saing tinggi.
Peraih juara, Ahmad Novan Saputra, siswa kelas X Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), mengaku tantangan terbesar selama mengikuti perlombaan berasal dari faktor cuaca yang sangat memengaruhi performa pesawat model.
“Pas di Fun Fly seluruh Jawa Timur itu saya mendapatkan juara satu kategori F3K. Kesulitannya ya kalau cuacanya gak mendukung, seperti angin yang kencang. Itu sangat merepotkan,” ungkap Ahmad Novan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya dituntut mampu menerbangkan pesawat model, tetapi juga memahami proses perakitan hingga pengaturan performa armada terbang agar mampu terbang stabil sesuai karakter lintasan.
Para siswa mempelajari teknik perakitan menggunakan motor penggerak khusus yang menghasilkan daya dorong maupun daya tarik sesuai kebutuhan. Tahapan pembelajaran biasanya diawali dengan pesawat berbentang sayap kecil sebelum beralih ke ukuran yang lebih besar dan lebih kompleks.
Kepala SMK Yapanesa Gempol, Kurnia Maya Sari, mengatakan sekolah memberikan dukungan penuh terhadap setiap siswa yang mengikuti kompetisi, baik dalam bentuk penyediaan fasilitas maupun pembiayaan selama perlombaan.
“Kami dari sekolah memberikan dukungan penuh seperti fasilitas untuk anak-anak ketika mereka mau lomba di bidang masing-masing. Kami juga menyiapkan skema kelas minat bakat khusus dan menanggung biaya operasional kompetisi agar siswa fokus,” jelasnya.
Menurut Kurnia, pengembangan prestasi non-akademik menjadi bagian penting dalam mencetak lulusan yang memiliki keunggulan sesuai bidang minatnya. Prestasi tersebut juga dapat menjadi bekal bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui jalur prestasi.
Selain dukungan dari sekolah, pemerintah daerah juga memberikan perhatian kepada atlet-atlet muda berprestasi melalui program pembinaan dan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas capaian yang mengharumkan nama Kabupaten Pasuruan.
SMK Yapanesa Gempol berharap pengembangan ekstrakurikuler kedirgantaraan terus melahirkan talenta muda yang mampu berinovasi di bidang teknologi penerbangan. Sinergi antara pembinaan sekolah, semangat belajar siswa, dan dukungan berbagai pihak diharapkan menjadi fondasi lahirnya generasi unggul yang siap bersaing di masa depan. [ada/beq]






