Surabaya (beritajatim.com) – Menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, harga tiket pertandingan menjadi salah satu isu yang paling banyak diperbincangkan oleh penggemar sepak bola dunia. Banyak suporter menilai harga tiket turnamen empat tahunan tersebut terlalu mahal dan berpotensi menghalangi penggemar biasa untuk menyaksikan pertandingan secara langsung.
Sorotan terbesar muncul setelah sejumlah tiket pertandingan dijual dengan harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan edisi-edisi Piala Dunia sebelumnya. Bahkan untuk beberapa laga unggulan dan partai final, harga tiket premium dilaporkan mencapai puluhan ribu dolar Amerika Serikat.
Kenaikan harga tersebut sebagian besar dikaitkan dengan penerapan sistem variable pricing atau penyesuaian harga berdasarkan tingkat permintaan. Dengan sistem ini, harga tiket dapat berubah sesuai minat pasar dan ketersediaan kursi, sehingga pertandingan yang diminati publik mengalami lonjakan harga yang signifikan.
Sejumlah kelompok suporter di Eropa dan Amerika Utara mengkritik kebijakan tersebut. Mereka menilai Piala Dunia seharusnya tetap menjadi ajang yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya kalangan berpenghasilan tinggi. Kritik juga muncul karena sebagian penggemar harus mengeluarkan biaya tambahan yang besar untuk transportasi dan akomodasi selama turnamen berlangsung.
Kontroversi semakin mengemuka setelah beredar laporan bahwa tiket beberapa pertandingan grup dibanderol ratusan dolar, sementara paket hospitality resmi FIFA mencapai ribuan hingga puluhan ribu dolar per orang. Untuk kategori eksklusif tertentu, harga paket bahkan dilaporkan menembus lebih dari 70.000 dolar AS.
Meski demikian, Presiden FIFA, Gianni Infantino, membela kebijakan harga tiket tersebut. Menurutnya, masih tersedia tiket dengan harga yang lebih terjangkau melalui jalur tertentu, termasuk alokasi khusus yang didistribusikan melalui asosiasi sepak bola nasional. Ia juga menegaskan bahwa tingginya harga mencerminkan besarnya permintaan terhadap ajang olahraga terbesar di dunia itu.
FIFA mengungkapkan bahwa penjualan tiket Piala Dunia 2026 telah mencapai jutaan lembar dan melampaui ekspektasi awal. Namun di sisi lain, sejumlah pengamat menilai tingginya harga berpotensi mengurangi akses bagi suporter tradisional yang selama ini menjadi bagian penting dari atmosfer Piala Dunia.
Piala Dunia 2026 sendiri akan menjadi edisi terbesar dalam sejarah dengan melibatkan 48 tim peserta dan 104 pertandingan yang digelar di 16 kota tuan rumah. Di tengah antusiasme global yang tinggi, perdebatan mengenai harga tiket diperkirakan akan terus menjadi perhatian hingga turnamen resmi dimulai. [kun]






