Ringkasan Berita:
- Santai Seaplane memilih Banyuwangi sebagai basis operasional pertama di Indonesia.
- Layanan penerbangan wisata premium dijadwalkan mulai beroperasi pada Juli 2026 dari Bandara Banyuwangi.
- Selain melayani pariwisata, pesawat amfibi juga dapat digunakan untuk evakuasi medis dan angkutan kargo.
- Pemkab Banyuwangi menyambut baik kehadiran layanan ini untuk memperkuat posisi daerah sebagai destinasi wisata global.
Banyuwangi (beritajatim.com) – Santai Seaplane memilih Banyuwangi sebagai pusat layanan penerbangan charter eksklusif di Indonesia. Banyuwangi dipilih sebagai basis operasional pertama karena dinilai memiliki posisi strategis untuk mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan sekaligus memperkuat konektivitas menuju berbagai destinasi wisata unggulan di Indonesia.
Maskapai Santai Seaplane merupakan perusahaan penerbangan pesawat amfibi yang menjadi bagian dari Seaplane Asia.
Armada yang dioperasikan akan menawarkan pengalaman wisata udara dengan panorama alam Banyuwangi dan pusat-pusat pariwisata nasional.
CEO Seaplane Asia, Denis Keller, saat bertemu langsung dengan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Lounge Pelayanan Publik Pemkab Banyuwangi, mengatakan pihaknya memilih Banyuwangi sebagai basis pertama di Indonesia untuk mengoperasikan Santai Seaplane dengan konsep pariwisata premium. Salah satunya karena posisi Banyuwangi dinilai strategis untuk pengembangan bisnis pariwisata.
“Banyuwangi sebagai gerbang yang menghubungkan Jawa dan Bali sehingga peluang untuk membuka konektivitas pariwisata sangat besar,” ujar Denis, Rabu (10/6/2026).
Denis mengungkapkan Banyuwangi juga dinilai memiliki ekosistem pariwisata yang lengkap. Tidak hanya memiliki destinasi alam bertaraf internasional, daerah ini juga kaya akan atraksi budaya serta amenitas yang mendukung sehingga memudahkan pengembangan jaringan rute penerbangan wisata dari Banyuwangi ke wilayah barat maupun timur Indonesia.
Pengalaman premium yang ditawarkan adalah menikmati layanan perjalanan pariwisata udara.
“Jadi konsep kami seaplane bukan sekadar alat transportasi, tapi justru pengalaman selama penerbangannya menjadi sesuatu yang menarik dan spesial. Kami ingin membawa pariwisata berkualitas dengan pengalaman premium yang lebih banyak lagi di Banyuwangi,” ujarnya.
Pihaknya menambahkan, selain melayani kebutuhan pariwisata premium, Santai Seaplane juga dapat dimanfaatkan untuk misi evakuasi medis dan angkutan kargo.
“Pesawat ini sangat mudah untuk dikonfigurasi, lebih aman, nyaman, cepat, serta lebih ramah lingkungan,” jelasnya.
CEO Santai Seaplane, Wirmandi Sugriat, menambahkan Santai Seaplane akan mulai beroperasi di Banyuwangi pada Juli mendatang. Saat ini pihaknya telah membuka home base di Bandara Banyuwangi. Pada tahun ini, Santai Seaplane menargetkan tiga unit pesawat mulai beroperasi.
Nantinya, jenis pesawat yang digunakan adalah Cessna Caravan 208 EX Amphibi, yang dikenal memiliki standar keselamatan tinggi serta memberikan kenyamanan bagi penumpang.
“Menjadikan Bandara Banyuwangi sebagai basis operasional pertama memungkinkan kami melampaui model penerbangan konvensional dan menciptakan gerbang menuju berbagai destinasi unggulan Indonesia yang sekaligus terpencil dan memiliki nilai ekologis tinggi. Tujuan kami adalah membangun konektivitas bernilai tinggi yang mendukung pariwisata berkelanjutan, dengan bekerja sama erat bersama pemerintah, otoritas terkait, masyarakat lokal, dan mitra industri perhotelan,” ujar Wirmandi.
Untuk sistem pemesanan penerbangan, pada beberapa rute akan ditawarkan dengan sistem by the seat, sehingga wisatawan dapat memesan satu kursi saja. Sementara rute lainnya akan menggunakan skema penerbangan sewaan (charter).
Pertemuan dengan Bupati Ipuk turut dihadiri General Manager Bandara Banyuwangi Mohammad Holik Muardi dan Direktur Akademi Penerbangan Indonesia (API) Banyuwangi Capt. Daniel D. Rumani.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik pembukaan operasional Santai Seaplane di Banyuwangi. Menurutnya, kehadiran layanan pariwisata udara premium tersebut akan membawa sektor pariwisata Banyuwangi ke level yang lebih tinggi.
“Kehadiran layanan pariwisata udara premium ini kami harapkan akan semakin memperluas jangkauan wisata Banyuwangi dan menunjukkan kesiapan Banyuwangi sebagai destinasi wisata global,” jelas Ipuk. [alr/beq]






