Sidoarjo (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB menetapkan Rizza Ali Faizin sebagai Ketua DPC PKB Sidoarjo periode 2026-2031. Penetapan tersebut menandai babak baru regenerasi kepemimpinan partai berlambang bola dunia di Kota Delta.
Keputusan tersebut lahir melalui mekanisme Musyawarah Cabang (Muscab), pemetaan kader, serta serangkaian uji kelayakan yang dilakukan DPP PKB terhadap sejumlah kandidat potensial.
Sebelum keputusan ditetapkan, Rizza Ali Faizin yang juga menjabat Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo bersaing dengan dua kader senior PKB, yakni Usman dan Abdillah Nasih. Ketiganya dinilai memiliki rekam jejak kuat dalam membesarkan PKB di Kabupaten Sidoarjo.
Menanggapi amanah tersebut, Rizza Ali Faizin menyampaikan rasa syukur sekaligus menegaskan bahwa jabatan Ketua DPC bukanlah kemenangan pribadi, melainkan tanggung jawab bersama untuk menjaga soliditas partai dan memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
“Ini amanah besar yang harus dijalankan bersama. Saya mengajak seluruh kader, mulai dari tingkat ranting hingga cabang, untuk tetap solid dan bergotong royong membesarkan PKB serta memperjuangkan aspirasi masyarakat Sidoarjo,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).
Pria yang juga menjabat Kasatkorwil Banser Jawa Timur itu menegaskan kepemimpinannya akan difokuskan pada penguatan kaderisasi, konsolidasi organisasi hingga tingkat akar rumput, serta persiapan menghadapi berbagai agenda politik mendatang.
“Kami ingin PKB semakin dekat dengan masyarakat, hadir dalam setiap persoalan warga, dan mampu melahirkan kader-kader muda yang berkualitas. Semangat kolaborasi dengan seluruh elemen partai menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik,” katanya.
Terpilihnya Rizza, yang akrab disapa Reza, juga dipandang sebagai sinyal kuat regenerasi kepemimpinan di tubuh PKB Sidoarjo. Selain menjadi peraih suara terbanyak dari PKB pada Pemilu 2024 di Kabupaten Sidoarjo, ia memiliki perjalanan panjang sebagai kader Nahdlatul Ulama.
Karier organisasinya ditempa sejak aktif di IPNU, kemudian GP Ansor, hingga kini dipercaya memimpin Banser Jawa Timur. Pengalaman tersebut menjadi salah satu faktor yang memperkuat posisinya dalam proses seleksi internal partai.
Dengan kepemimpinan baru ini, PKB Sidoarjo diharapkan mampu memperkuat basis dukungan politiknya sekaligus menjaga kesinambungan regenerasi kader untuk menghadapi dinamika politik lokal maupun nasional dalam lima tahun ke depan. [isa/but]






