Ringkasan Berita
* Pemerintah Kabupaten Mojokerto meraih penghargaan Terbaik 3 dalam kategori Pemerintah Daerah dengan Dukungan APBD Program Rumah Tidak Layak Huni Tertinggi pada ajang Expo Konstruksi Jawa Timur 2026.
* Penghargaan tersebut diterima oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, di Grand City Surabaya pada Selasa, 9 Juni 2026.
* Prestasi ini merupakan bentuk apresiasi atas komitmen pemerintah daerah dalam mengalokasikan anggaran untuk renovasi hunian masyarakat kurang mampu.
* Bupati menyatakan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan dan memperluas jangkauan program tersebut agar manfaatnya dirasakan oleh lebih banyak masyarakat.
—————————————————-
Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Jawa Timur. Dalam ajang Expo Konstruksi Jawa Timur 2026, Kabupaten Mojokerto berhasil meraih penghargaan Terbaik 3 Kategori Pemerintah Daerah dengan Dukungan APBD Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Tertinggi.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, pada rangkaian pembukaan Expo Konstruksi Jatim 2026 yang digelar di Grand City Surabaya, Selasa (9/6/2026). Piagam penghargaan bernomor 100.3.3/1591/KPTS/033.2/2026 itu ditandatangani oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen Pemkab Mojokerto dalam mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mendukung program perbaikan rumah tidak layak huni bagi masyarakat. Acara tersebut berlangsung selama tiga hari yakni tanggal 9-11 Juni 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak yang membacakan sambutan Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi atas sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku industri dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Jawa Timur.
Emil menekankan pentingnya pemanfaatan inovasi dan teknologi konstruksi untuk mewujudkan pembangunan yang efisien, ramah lingkungan, serta aman bagi masyarakat.
Sementara itu, Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterima. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil dari keseriusan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat kurang mampu melalui program renovasi rumah tidak layak huni.
“Kami Pemerintah Kabupaten Mojokerto mendapatkan penghargaan dari Provinsi Jawa Timur berkaitan dengan program rumah tidak layak huni yang didukung melalui APBD. Pemerintah daerah menganggarkan untuk renovasi rumah-rumah yang tidak layak huni di Kabupaten Mojokerto. Pada akhirnya, alhamdulillah kami mendapatkan penghargaan berkaitan dengan program tersebut,” ungkapnya.
Gus Barra (sapaan akrab, red) menegaskan bahwa penghargaan tersebut akan menjadi motivasi untuk terus memperkuat program RTLH di Kabupaten Mojokerto.
“Semoga program renovasi rumah-rumah yang tidak layak huni di Kabupaten Mojokerto terus kami tingkatkan, kami perbanyak, dan kami perluas jangkauannya sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya,” tambahnya.
Expo Konstruksi Jatim 2026 merupakan ajang pameran konstruksi terbesar di Jawa Timur yang mengusung tema ‘Inovasi Material, Teknologi Konstruksi dan Perumahan yang Tangguh dan Berkelanjutan Mendukung Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara’. Kegiatan ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan di sektor konstruksi, mulai dari pelaku usaha, pengembang perumahan, akademisi, hingga regulator.
Penghargaan yang diraih Kabupaten Mojokerto ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat. Ke depan, program RTLH diharapkan terus berkembang sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Mojokerto. [tin/adv]






