Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswa Departemen Teknik Geomatika (DTG) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan SUBTRACK. Ini adalah sistem pemetaan Web Geographic Information System (WebGIS) untuk melacak zona prioritas infrastruktur permukiman rawan banjir.
Pemetaan berfokus di kawasan pesisir Kelurahan Tanjung Perak, Surabaya. Ketua Kelompok 9 Kemah Kerja Tematik DTG ITS, Jalesveva Ananda Khozin, menjelaskan bahwa curah hujan dan beban lalu lintas kendaraan berat memicu amblesnya permukaan tanah.
“Dari data InSAR, laju penurunan tanah di Kota Surabaya mencapai sekitar 6,1 milimeter per tahun terkonsentrasi di area barat dan utara,” kata mahasiswa yang akrab disapa Veva tersebut, Rabu (10/6/2026).
Tim mengolah citra satelit Sentinel-1 untuk melihat deformasi permukaan periode 2016 hingga 2025. Analisis ini dipadukan dengan pemodelan banjir dari data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta penghitungan volume armada angkutan.
“Pengambilan data jumlah kendaraan dilakukan secara langsung di lapangan dalam waktu dua jam per hari selama tujuh hari berturut-turut,” papar Veva.
Seluruh data diintegrasikan melalui proses tumpang susun berbobot menggunakan perangkat lunak geospasial. Hasil akhirnya berupa peta laju penurunan tanah, peta risiko banjir, dan aplikasi interaktif berbasis web sebagai panduan penanganan infrastruktur.
“Rekomendasi yang bisa dilakukan seperti perbaikan sistem drainase dan penguatan infrastruktur jalan pada zona dengan laju subsidens tinggi,” pungkas Veva. [ipl/kun]






